Business

Mengupas Keunikan Rasa Serta Sejarah kuliner legendaris mie lethek Bantul

Published

on

Semarang (usmnews)- Halo sobat jajan yang manis! Kalau kamu lagi asyik liburan ke kota Yogyakarta, tolong jangan cuma rindu sama gudegnya saja, ya. Daerah Srandakan Bantul ternyata punya makanan unik yang tampilannya kusam tapi rasanya bikin perut gagal move on. Pastinya, kuliner legendaris mie lethek sukses membuat banyak pelancong penasaran hingga ketagihan luar biasa. Nama “lethek” dalam bahasa Jawa memang berarti kotor atau kusam, tapi tolong jangan suudzon dulu! Warna abu-abu kecokelatan ini murni karena mereka menolak keras penggunaan pemutih atau pewarna kimia jahat. Bahkan nih, tokoh dunia sekelas mantan presiden Amerika Serikat Barack Obama saja pernah mampir buat nyeruput kelezatan masakan yang satu ini, lho.

Proses Pembuatan Tradisional kuliner legendaris mie lethek

Percaya atau tidak, proses pembuatan sajian ini masih berpusat pada kawasan Dusun Bendo Bantul menggunakan alat tempur dari zaman kemerdekaan dulu. Para pengrajin manis kita ini meracik adonan dari campuran tepung tapioka dan gaplek (singkong kering) pilihan terbaik. Nah, bagian paling epiknya adalah mereka memakai batu silinder raksasa seberat satu ton penuh buat mengaduk adonan! Biar tenaga manusia nggak cepat encok, seekor sapi yang gagah perkasa dipekerjakan buat menarik batu raksasa tersebut berkeliling setiap harinya. Keren banget, kan? Menurut riset kece dari BRIN, ramuan tradisional ini ternyata tinggi energi tapi rendah lemak, sehingga cocok banget buat kamu yang lagi niat diet karbo sehat.

Tungku Tanah Liat dan Jemuran Sinar Matahari

Berikutnya, pekerja memindahkan adonan menuju tungku tanah liat raksasa untuk proses pengukusan super panas. Faktanya, mereka masih setia memakai kayu bakar yang otomatis memberikan efek aroma asap pada setiap helaian kuliner legendaris mie lethek ini. Lalu, lembaran basah tersebut akan berjemur manja di bawah terik sinar matahari siang. Bahkan, kalau cuaca sedang mendung galau, produksi makanan kenyal ini juga ikutan mogok massal, bestie! Tentunya, metode pengeringan alami ini membuat produk awet berbulan-bulan lamanya tanpa cairan pengawet sedikitpun. Singkatnya, perjuangan panjang bapak pengrajin menghasilkan cita rasa klasik yang selalu mengundang rindu.

Sensasi Makan Pakai Anglo yang Bikin Nagih

BLebih lanjut, kamu wajib nongkrong manis di warung bakmi Jawa saat malam hari tiba. Selanjutnya, koki handal bakal meracik bumbu kemiri, bawang putih, dan kecap menjadi simfoni rasa luar biasa. Pastinya, kamu bisa memesan versi rebus godhog berkuah hangat yang memeluk mesra tenggorokan kering. Akhirnya, taburan ayam kampung dan telur bebek sukses bikin diet ketat kamu buyar seketika. Selain itu, penganan versi goreng wajan anglo memberikan rasa legit yang menari indah dalam mulut. Kesimpulannya, biarpun penampilannya agak kusam, pesona penganan Bantul ini selalu bikin lidah jatuh cinta berkali-kali. Harapannya, generasi muda mau melestarikan warisan resep leluhur ini dengan penuh rasa bangga.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version