Education
Sayur Tumis vs Rebus Mana Lebih Sehat untuk Nutrisi Tubuh?

Semarang(usmnews) – Banyak orang masih mempertanyakan mengenai sayur tumis vs rebus mana lebih sehat untuk dikonsumsi setiap hari. Ahli gizi menjelaskan bahwa teknik memasak sangat menentukan apakah nutrisi sayuran bertahan atau justru hilang sia-sia. Pemilihan metode yang salah bisa membuat sayuran kaya vitamin menjadi miskin zat gizi. Oleh karena itu, Anda perlu memahami karakteristik setiap sayuran sebelum mulai memasaknya di dapur.
Efek Merebus Terhadap Vitamin Larut Air

Metode merebus sering menjadi pilihan karena dianggap praktis dan bebas lemak. Namun, teknik ini memiliki risiko besar bagi sayuran yang kaya vitamin larut air seperti vitamin C dan B. Saat Anda merebus brokoli atau bayam terlalu lama, vitamin tersebut akan berpindah ke dalam air rebusan.
Penelitian menunjukkan bahwa merebus menyebabkan penurunan vitamin C paling besar dibanding teknik lainnya. Agar tetap sehat, Anda sebaiknya merebus sayur dalam waktu singkat hingga teksturnya lunak namun tetap renyah. Selain itu, manfaatkanlah air rebusan tersebut sebagai kuah sup agar nutrisi yang terlepas tetap masuk ke dalam tubuh.
Baca juga : Suka atau Pernah Makan Mi Instan Setengah Matang? Waspadai Dampaknya
Keunggulan Menumis untuk Vitamin Larut Lemak

Dalam perdebatan sayur tumis vs rebus mana lebih sehat, menumis memiliki keunggulan tersendiri untuk jenis vitamin larut lemak. Vitamin A, D, E, dan K justru membutuhkan bantuan minyak agar tubuh dapat menyerapnya secara optimal. Contohnya, wortel yang Anda tumis dengan sedikit minyak akan melepaskan beta-karoten lebih efektif daripada wortel rebus.
Minyak berfungsi sebagai pelarut bagi senyawa sehat dalam sayuran seperti likopen pada tomat. Teknik menumis yang benar menggunakan api sedang dan durasi yang cepat. Cara ini menjaga dinding sel tanaman tetap hancur secara efektif tanpa merusak seluruh komponen bioaktif di dalamnya.
Sayur Tumis vs Rebus Mana Lebih Sehat untuk Anda?
Kesimpulan dari perbandingan sayur tumis vs rebus mana lebih sehat sangat bergantung pada jenis bahan pangan yang Anda pilih. Tidak ada satu metode tunggal yang paling sempurna untuk semua jenis sayuran. Variasi cara memasak justru membantu tubuh mendapatkan spektrum nutrisi yang lebih luas dan lengkap. Selalu perhatikan durasi memasak agar warna sayur tidak memucat dan gizi tetap terjaga maksimal.
Baca Juga : Membedakan Sakit Perut Pencernaan dan Gejala ISK







