Connect with us

Nasional

Sang Raksasa dan Si Cantik: Membedah Pesona Rafflesia Arnoldii dan Rafflesia Hasseltii

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip Kompas.com Indonesia dikenal dunia sebagai surga biodiversitas, di mana hutan hujan tropisnya menyimpan kekayaan flora yang tak terhingga nilainya. Salah satu ikon paling masyhur dari keanekaragaman hayati Nusantara adalah genus Rafflesia, bunga parasit raksasa yang menjadi simbol keajaiban alam. Di kedalaman hutan Sumatera, terdapat dua spesies yang paling menyita perhatian para peneliti dan pecinta alam, yaitu Rafflesia arnoldii dan Rafflesia hasseltii.Meskipun keduanya bernaung di bawah genus yang sama dan berbagi habitat di pulau Sumatera, kedua spesies ini memiliki karakteristik unik yang membedakan satu sama lain secara signifikan. Secara umum, bunga Rafflesia dikenal sebagai pemilik bunga tunggal terbesar di dunia. Tumbuhan ini bersifat dioecious atau berumah dua, sebuah istilah biologi yang menandakan bahwa organ reproduksi jantan dan betina terdapat pada individu bunga yang terpisah. Saat mekar sempurna, keindahannya terpancar melalui lima helai perigon yang berfungsi layaknya mahkota bunga.

Keagungan Sang Raksasa: Rafflesia Arnoldii. Perbedaan paling mendasar antara kedua spesies ini terletak pada dimensi fisiknya. Rafflesia arnoldii memegang supremasi dalam hal ukuran. Bunga ini memiliki postur yang jauh lebih masif dibandingkan saudaranya, R. hasseltii. Secara historis, spesies ini pertama kali dijumpai oleh Dr. Joseph Arnold pada tahun 1812 di kawasan Pulau Lebar, Bengkulu Selatan. Penemuan monumental ini kemudian dipublikasikan oleh Robert Brown pada Juni 1821, yang sekaligus menandai lahirnya marga Rafflesia dan keluarga Rafflesiaceae dalam taksonomi tumbuhan. Ciri visual yang menonjol dari R. arnoldii adalah warnanya yang cenderung oranye tua. Pada permukaan kelopaknya, terdapat pola bercak atau totol yang ukurannya relatif kecil jika dibandingkan dengan luas permukaan bunganya yang raksasa. Hingga kini, Bengkulu tetap menjadi rumah utama bagi spesies ini, di mana populasinya lebih sering dijumpai mekar dibandingkan jenis lainnya.

Si Cantik yang Langka: Rafflesia Hasseltii, Di sisi lain, Rafflesia hasseltii sering disebut sebagai “permata” dari genus ini karena keindahannya yang memukau. Spesies ini pertama kali dideskripsikan secara ilmiah oleh Suringar pada tahun 1879, berdasarkan spesimen yang ditemukan di Muara Labuh, Sumatera Barat. Keunikan visual bunga ini terletak pada pola bercak yang sangat khas dan kontras. Karena corak warna pada helai perigonnya yang mencolok, penduduk lokal sering menjulukinya sebagai “cendawan merah putih” atau “cendawan harimau”. Berbeda dengan R. arnoldii, R. hasseltii memiliki ukuran yang lebih “moderat”. Berdasarkan penemuan terbaru oleh tim peneliti gabungan yang terdiri dari Septian Andriki, Joko Witono, Iswandi, dan Chris Thorogood dari Universitas Oxford, bunga ini memiliki diameter sekitar 70 sentimeter. Penemuan ini sangat istimewa mengingat tingkat kelangkaan R. hasseltii yang ekstrem; para peneliti tersebut bahkan harus menghabiskan waktu pencarian selama 13 tahun untuk bisa menemukannya kembali.

Hal ini menegaskan bahwa populasi R. hasseltii di alam liar jauh lebih kecil dan lebih sulit dideteksi dibandingkan R. arnoldii.Kesimpulannya, meskipun keduanya adalah kebanggaan rimba Sumatera, Rafflesia arnoldii mewakili kemegahan ukuran dengan warna oranye tua dan totol kecil, sementara Rafflesia hasseltii mewakili keindahan estetika dengan motif “harimau” yang langka dan ukuran yang sedikit lebih kecil.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *