Tech

Sang Legenda Pulang Kandang, Honda Prelude Resmi Bisa Dipesan di Indonesia, Kuota Sangat Terbatas!

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari kompas.com Kabar gembira bagi para pencinta otomotif di Tanah Air, khususnya penggemar pabrikan berlogo “H”. PT Honda Prospect Motor (HPM) secara resmi telah membuka keran pemesanan untuk salah satu mobil sport legendaris mereka, Honda Prelude. Kehadiran kembali nama besar ini tentu menarik perhatian, meskipun harus ditebus dengan harga yang tidak murah, yakni nyaris menyentuh angka Rp 1 miliar. Namun, bagi para kolektor dan antusias, harga tersebut sepadan dengan nilai sejarah dan eksklusivitas yang ditawarkan.

Berebut Kuota di Batch Pertama

​HPM menegaskan bahwa kesempatan untuk memiliki Honda Prelude terbaru ini sangatlah terbatas. Yusak Billy, selaku Sales & Marketing and After Sales Director HPM, dalam keterangannya pada Jumat (23/1/2026), mengungkapkan bahwa unit yang masuk ke Indonesia pada tahun pertama ini jumlahnya sangat minim. Untuk batch pengiriman pertama, hanya tersedia sekitar 40 unit yang akan didatangkan secara bertahap.

​”Selebihnya belum bisa dipastikan, tergantung alokasi yang tersedia untuk kita. Nanti akan di-update lagi progresnya,” ujar Billy. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa persaingan untuk mendapatkan unit ini akan sangat ketat, mengingat statusnya sebagai mobil batch terbatas yang didatangkan langsung (CBU).

Jejak Panjang Sang Pelopor Teknologi

​Mungkin bagi generasi baru, nama Prelude tidak sepopuler Civic Type R atau NSX. Namun, dalam sejarah Honda, Prelude memegang peranan vital sebagai etalase teknologi canggih. Jauh sebelum NSX lahir sebagai supercar, Prelude adalah coupe sport yang membentuk citra performa Honda di mata dunia.

​Lahir pertama kali pada tahun 1978, generasi awal Prelude memang belum terlalu “buas”. Saat itu, mobil ini masih berbagi banyak komponen dengan Honda Accord, termasuk mesin dan suspensi, dengan tenaga yang hanya berkisar 72 Tk. Namun, evolusi Prelude adalah cerita tentang inovasi tanpa henti.

Evolusi Menjadi Raja Tikungan

​Perubahan drastis dimulai pada generasi kedua (1983). Honda mulai serius membenahi aspek handling dengan menyematkan suspensi double wishbone di bagian depan dan desain yang jauh lebih aerodinamis. Sejak saat itulah, Prelude mulai dikenal memiliki karakter pengendalian yang tajam.

​Puncak inovasi teknis terjadi pada generasi ketiga (1988–1991). Honda memperkenalkan sistem four-wheel steering (4WS) mekanis. Teknologi ini memungkinkan roda belakang ikut berbelok, membuat Prelude menjadi salah satu mobil Jepang dengan manuver paling lincah dan stabil di eranya. Ini adalah terobosan besar yang membuat dunia otomotif terbelalak.

Era VTEC dan Akhir Sebuah Babak

​Memasuki era 90-an, tepatnya generasi keempat (1992–1996), Prelude naik kelas menjadi flagship coupe. Dengan desain yang elegan, Honda membenamkan mesin VTEC 2.2 liter yang mampu memuntahkan tenaga hingga 187 dk. Kombinasi ini menjadikannya salah satu mobil penggerak roda depan (FWD) tercepat dan paling disegani saat itu.

​Perjalanan versi klasik Prelude ditutup oleh generasi kelima yang dipasarkan hingga awal 2000-an. Tidak hanya bertenaga 195 Tk, varian tertingginya (Type SH) memperkenalkan teknologi Active Torque Transfer System (ATTS). Teknologi ini adalah nenek moyang dari sistem torque vectoring modern yang mengatur distribusi torsi agar mobil tetap presisi saat melahap tikungan.

​Secara keseluruhan, kembalinya Honda Prelude ke Indonesia di tahun 2026 bukan sekadar peluncuran mobil baru. Ini adalah romansa kembalinya sebuah ikon yang selalu mengedepankan presisi berkendara, teknologi mutakhir, dan kenyamanan, melampaui sekadar adu kecepatan dengan para rivalnya di masa lalu seperti Toyota Celica.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version