International
Rusia ‘Ngamuk’ Prancis Mau Jual 100 Jet Tempur Rafale ke Ukraina

Jakarta, (USMNEWS),- Dikutip dari CNN Indonesia,Rusia Kecam Keras Kesepakatan Prancis Jual 100 Jet Tempur Rafale ke UkrainaRusia menunjukkan reaksi keras terhadap pengumuman kesepakatan antara Prancis dan Ukraina mengenai penjualan hingga 100 jet tempur Rafale. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengecam Prancis, menuduh Paris “sama sekali tidak membantu menciptakan perdamaian, tapi mendorong sikap militer dan pro-perang.
” Meskipun demikian, Peskov menegaskan bahwa pengiriman pesawat apa pun “tidak akan mengubah situasi di garis depan dan dinamika” konflik.Kritik Kremlin ini muncul setelah Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengunjungi Paris pada Senin (17/11) dan menandatangani nota kesepahaman dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Kesepakatan bersejarah yang ditandatangani di Pangkalan Angkatan Udara Villacoublay ini bertujuan untuk mendukung Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia yang dimulai Februari 2022.Kesepakatan tersebut mencakup penjualan 100 jet tempur Rafale serta perlengkapan militer lainnya, dengan pengiriman yang akan berlangsung selama 10 tahun ke depan. Selain jet tempur, dokumen tersebut juga mencakup rencana kerja sama untuk pengembangan sistem pertahanan udara generasi baru SAMP-T, radar, dan drone.
Zelensky menyebutnya sebagai “kesepakatan bersejarah,” sementara Macron menyatakan pengiriman drone dan bom akan dilakukan dalam jangka pendek.Macron menegaskan bahwa saat ini adalah momen sulit dalam konflik, menuduh Rusia memilih untuk memperpanjang dan meningkatkan perang. Namun, Macron menyatakan harapannya agar perdamaian dapat tercapai sebelum masa jabatannya berakhir pada tahun 2027.

Di sisi lain, ia menegaskan, “Tidak akan ada perdamaian berkelanjutan tanpa adanya angkatan bersenjata Ukraina yang tangguh.”Perlu dicatat, ini adalah kali pertama Prancis menjanjikan pengiriman jet Rafale, meskipun sebelumnya telah mengirim jet Mirage ke Kyiv. Zelensky juga sebelumnya telah menyetujui surat niat untuk membeli 100 hingga 150 jet tempur Gripen dari Swedia. Kunjungan Zelensky yang kesembilan sejak invasi ini berlangsung di tengah meningkatnya tekanan militer Moskow, dengan serangan terbaru Rusia menewaskan warga sipil di Kharkiv dan Kyiv







