Nasional
Ruang Kelas SDN Konang 4 Ambruk dan Langkah Penyelamatan Siswa
Semarang (usmnews) – Peristiwa tragis ruang kelas sdn konang 4 ambruk menggegerkan warga Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Bangunan sekolah tersebut mengalami kehancuran total pada Kamis. Beruntung, musibah runtuhnya atap dan dinding ini tidak menimpa para siswa maupun guru setempat. Tanda-tanda kerusakan fisik sebenarnya sudah terlihat sejak empat hari sebelum bencana terjadi.
Pihak sekolah mencermati gerak-gerik aneh dari sejumlah hewan di sekitar area bangunan lokal A. Kebiasaan hewan yang berlari menjauh mengindikasikan adanya getaran awal retakan dinding yang berbahaya. Perwakilan sekolah Abdul Aziz memberikan keterangan rinci mengenai awal mula tanda-tanda ancaman bahaya tersebut.
“Bahkan, saat senin itu ayam dan kucing yang biasa ada di sekitar bangunan berlari, mungkin karena hewan lebih peka kalau ada suara kerusakan bangunan,” ujar Abdul Aziz, Jumat (31/7/2026).
Inisiatif Guru dan Evakuasi Perlengkapan Sekolah
Menanggapi potensi bahaya tersebut, para guru langsung berinisiatif mengosongkan area bangunan kelas yang rusak. Mereka memindahkan bangku serta papan tulis pintar ke tempat yang jauh lebih aman. Langkah penyelamatan ini berhasil mengamankan aset penting sekolah sebelum atap bangunan mengalami keruntuhan.
“Kami pindahkan barang-barang yang mudah dipindah-pindah. Kalau seperti lemari karena berat, kami tidak pindah. Bahkan, ada satu lemari yang menempel di dinding itu, saat kami mau pindah ternyata dindingnya ikut gerak, jadi kami tidak jadi pindahkan,” bebernya.
Selain mengamankan fasilitas belajar, pihak sekolah juga menghentikan penggunaan ruang kelas lokal A. Para guru melarang anak-anak beraktivitas di dalam ruangan demi menghindari hal yang buruk. Namun demikian, sebagian siswa masih kerap bermain di halaman sekolah yang tergolong luas.
Pemulangan Siswa dan Dampak Ruang kelas sdn konang 4 ambruk
Kekhawatiran dari para wali murid mendorong sekolah untuk memulangkan siswa lebih awal pada Kamis pagi. Para guru menyetujui permintaan tersebut demi menjaga keselamatan puluhan anak didik dari ancaman bahaya. Pihak sekolah menghentikan kegiatan belajar mengajar pada pukul sembilan pagi lewat tiga puluh menit.
“Jam 9.30 WIB, kami pulangkan siswa lebih awal karena khawatir siswa bermain di sekitar bangunan,” ucap Abdul Aziz.
Keputusan memulangkan siswa terbukti sangat tepat karena bangunan ruang kelas 6 langsung rata tanah. Suara retakan keras terdengar pada pukul sebelas siang sebelum seluruh atap lokal A roboh. Para guru serta warga sekitar segera berlari menjauh untuk menyelamatkan diri masing-masing.
“Jadi kami langsung menyelamatkan sepeda yang terparkir di sekitar sekolah. Karena kami belum pulang karena harus absensi sampai waktu pulang,” tandasnya.
Musibah ruang kelas sdn konang 4 ambruk ini memaksa pengelola memindahkan tempat belajar 47 siswa. Pihak sekolah terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan guna menentukan lokasi kegiatan belajar darurat. Dengan demikian, seluruh murid dapat melanjutkan proses pembelajaran secara aman dan tenang.