Sports

Robert Lewandowski Menolak Gantung Sepatu, Amerika Serikat Menjadi Pelabuhan Karier Selanjutnya

Published

on

Semarang ( usmnews ) – Dikutip dari Kompas.com Masa depan salah satu penyerang tertajam di dunia, Robert Lewandowski, akhirnya mulai menemui titik terang. Di tengah spekulasi mengenai kelanjutan kariernya seiring kontraknya yang akan segera berakhir dengan Barcelona pada Juni 2026, bomber asal Polandia ini menegaskan bahwa dirinya belum siap untuk pensiun. Alih-alih gantung sepatu, Lewandowski dikabarkan telah memilih Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat sebagai destinasi berikutnya untuk melanjutkan petualangan sepak bolanya.

Akhir Era di Catalonia Musim 2025-2026 tampaknya akan menjadi panggung terakhir bagi Lewandowski berseragam Blaugrana. Pihak manajemen Barcelona hingga kini belum menunjukkan indikasi akan menyodorkan perpanjangan kontrak, sebuah keputusan yang dipahami mengingat usia sang pemain yang akan menginjak 38 tahun pada Agustus mendatang. Meski demikian, kontribusi Lewandowski bagi raksasa Catalan tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata.

Sejak didatangkan dari Bayern Muenchen pada musim panas 2022 dengan mahar 45 juta euro, ia telah menjadi mesin gol yang konsisten. Dengan catatan 112 gol dan 22 assist dari 170 penampilan di semua kompetisi, Lewandowski telah membuktikan bahwa insting mencetak golnya belum tumpul. Bahkan di musim pamungkasnya ini, ia masih tajam dengan torehan 11 gol dari 23 laga, membantu Barcelona dalam misi ambisius meraih quadruple (empat gelar) yang meliputi Piala Super Spanyol, La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions.

Mengapa MLS? Keputusan untuk menyeberang ke Amerika Serikat didasari oleh berbagai pertimbangan matang. Menurut laporan jurnalis Florian Plettenberg, Lewandowski menilai MLS sebagai opsi yang paling menarik dibandingkan alternatif lain seperti tawaran fantastis dari Liga Arab Saudi atau bertahan di kompetisi Eropa dengan intensitas yang mungkin sudah terlalu tinggi. Amerika Serikat menawarkan keseimbangan gaya hidup dan kompetisi yang kini semakin bergengsi.

Efek kedatangan Lionel Messi ke Inter Miami pada 2023, serta kehadiran bintang-bintang lain seperti Luis Suarez dan Son Heung-min (yang disebutkan dalam konteks daya tarik liga), telah mengubah wajah MLS menjadi destinasi yang seksi bagi para legenda Eropa yang belum ingin berhenti bermain.

Menolak Pensiun dan Tantangan Baru Pilihan ini menegaskan mentalitas Lewandowski yang menolak menyerah pada usia. Meskipun fisiknya sudah tidak lagi muda, ia merasa masih memiliki kapasitas untuk bersaing di level profesional. MLS memberikan panggung yang ideal baginya untuk tetap menjadi bintang utama, sekaligus menikmati kehidupan di luar lapangan yang mungkin lebih santai dibandingkan tekanan media di Spanyol atau Jerman.

Klub-klub MLS pun dilaporkan menyambut antusias minat sang striker, menyadari bahwa kedatangan pemain sekelas Lewandowski tidak hanya akan meningkatkan kualitas permainan, tetapi juga nilai komersial liga secara keseluruhan.

Dengan demikian, musim panas 2026 akan menjadi momen perpisahan emosional bagi Lewandowski di Eropa, sekaligus awal dari babak baru di Negeri Paman Sam. Bagi Barcelona, ini adalah akhir sebuah era pendek namun produktif; bagi Lewandowski, ini adalah pernyataan tegas bahwa “usia hanyalah angka”.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version