Business

Revolusi Transaksi Lintas Batas: Hemat dan Praktisnya Penggunaan QRIS bagi Pelancong Indonesia di ASEAN

Published

on

Penang (usmnews) – Dikutip dari Kompas.com, Transformasi digital dalam sistem pembayaran Indonesia kini telah melangkah lebih jauh melampaui batas negara. Layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), yang selama ini menjadi andalan transaksi domestik, kini dapat digunakan secara penuh oleh Warga Negara Indonesia (WNI) saat berkunjung ke sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara, khususnya Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Perluasan jangkauan ini, yang dikenal sebagai QRIS Cross-border, tidak hanya menawarkan kemudahan teknis, tetapi juga memberikan keuntungan finansial yang nyata bagi para pelancong maupun wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

Keunggulan Skema Local Currency Transaction (LCT)

Widi Agustin, Head of Bank Indonesia Representative Office of Singapore, menyoroti bahwa keunggulan utama dari sistem ini terletak pada efisiensi kurs. QRIS lintas negara beroperasi menggunakan skema Local Currency Transaction (LCT). Dalam skema ini, konversi mata uang dilakukan secara langsung (direct) antara Rupiah dengan mata uang negara tujuan—seperti Ringgit, Baht, atau Dolar Singapura—tanpa perlu melibatkan Dolar AS (USD) sebagai perantara.

Absennya konversi ganda ke USD ini membuat nilai tukar menjadi jauh lebih kompetitif. Sebagai bukti konkret, Bank Indonesia mencatat perbandingan rata-rata kurs transaksi di Malaysia pada tahun ini. Pengguna QRIS menikmati kurs sekitar Rp 3.880, angka yang jauh lebih hemat dibandingkan penggunaan kartu debit/kredit (Rp 3.930) atau penukaran tunai di money changer (Rp 3.990). Selisih angka ini membuktikan bahwa QRIS adalah opsi paling ekonomis bagi wisatawan.

Keamanan dan Dampak pada Pariwisata

Selain faktor ekonomi, aspek keamanan menjadi nilai tambah yang signifikan. Wisatawan kini tidak lagi perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar yang berisiko hilang atau dicuri.

Cukup dengan memindai kode QR melalui aplikasi perbankan di ponsel pintar, transaksi dapat diselesaikan dalam hitungan detik. Kemudahan ini diharapkan menjadi katalis positif bagi sektor pariwisata, baik untuk menarik wisatawan ASEAN ke Indonesia maupun mempermudah WNI di luar negeri.

Data Bank Indonesia periode Januari hingga September 2025 menunjukkan bahwa Malaysia menjadi pengguna teraktif layanan ini. Tercatat volume transaksi wisatawan Malaysia di Indonesia (inbound) mencapai lebih dari 3,4 juta transaksi dengan nilai Rp 775 miliar. Sebaliknya, transaksi warga Indonesia di Malaysia (outbound) mencapai 516.000 kali dengan nilai Rp 178 miliar.

Solusi Cerdas untuk Wisata Medis di Penang

Manfaat QRIS juga dirasakan secara spesifik oleh WNI yang melakukan perjalanan medis, khususnya ke Penang, Malaysia. Konsul Jenderal RI Penang, Wanton Saragih, menegaskan bahwa fitur ini sangat membantu pasien dan keluarga yang berobat. Sebelumnya, mereka kerap terbebani oleh biaya konversi money changer yang tinggi untuk membayar tagihan rumah sakit.

Dengan adanya integrasi antara QRIS dan standar QR Malaysia (DuitNow), pembayaran tagihan medis—terutama yang berada di kisaran di bawah Rp 10 juta—menjadi lebih transparan, murah, dan aman karena biayanya sudah dipatok standar oleh Bank Indonesia.

Langkah ini dinilai strategis tidak hanya untuk kemudahan individu, tetapi juga memperkuat kedaulatan sistem keuangan nasional di kancah regional.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version