Education

Revolusi Kebijakan Akademik: ITB Resmi Hapus Jalur Seleksi Mandiri Mulai Tahun 2026 demi Pemerataan Akses

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari Kompas.com, Dunia pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di kalangan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), dikejutkan dengan sebuah pengumuman revolusioner dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kampus Ganesha tersebut secara resmi memutuskan untuk merombak total sistem penerimaan mahasiswa baru (PMB) mereka. Mulai tahun ajaran 2026, ITB tidak akan lagi menyelenggarakan atau membuka jalur Seleksi Mandiri (SM-ITB) untuk jenjang sarjana reguler.

Kebijakan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi institusi tersebut, mengingat selama beberapa tahun terakhir, jalur mandiri merupakan salah satu dari tiga pintu utama masuk ke perguruan tinggi negeri selain jalur prestasi dan jalur tes nasional.

Keputusan strategis ini diambil sebagai wujud komitmen ITB untuk mengedepankan prinsip keadilan, inklusivitas, dan meritokrasi murni dalam menjaring putra-putri terbaik bangsa.

Dengan ditiadakannya jalur mandiri, maka akses masuk ke salah satu institut teknik tertua di Indonesia ini akan terpusat sepenuhnya pada dua mekanisme seleksi nasional yang dikelola oleh pemerintah pusat.

Kedua jalur tersebut adalah Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang mengandalkan rekam jejak akademik rapor, dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang berbasis pada hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Langkah berani ini juga membawa implikasi besar terhadap struktur pembiayaan kuliah. Penghapusan jalur mandiri secara otomatis menghilangkan komponen Iuran Pengembangan Institusi (IPI) atau yang sering dikenal masyarakat sebagai “uang pangkal” yang biasanya dibebankan kepada mahasiswa jalur mandiri dengan nominal yang cukup besar.

Dengan demikian, stigma bahwa masuk PTN ternama memerlukan biaya awal yang fantastis perlahan hendak dihapuskan oleh ITB.

Fokus utama penerimaan mahasiswa kini murni dikembalikan pada kapasitas intelektual dan potensi akademik calon mahasiswa, tanpa dipengaruhi oleh kemampuan finansial keluarga sebagai salah satu variabel pertimbangan atau syarat masuk (seperti kesanggupan membayar IPI).

Bagi para calon mahasiswa yang menargetkan ITB sebagai destinasi studi pada tahun 2026 dan seterusnya, kebijakan ini menuntut perubahan strategi persiapan yang signifikan. Hilangnya jalur mandiri berarti hilangnya “jaring pengaman” atau kesempatan ketiga jika gagal dalam seleksi nasional.

Kompetisi di jalur SNBP dan SNBT diprediksi akan semakin ketat karena kuota yang sebelumnya dialokasikan untuk jalur mandiri akan didistribusikan ke kedua jalur nasional tersebut.

Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi angin segar bagi pemerataan pendidikan di Indonesia. ITB ingin memastikan bahwa setiap kursi di ruang kelasnya diduduki oleh mereka yang benar-benar layak secara akademik, tanpa memandang latar belakang ekonomi.

Langkah ini juga menjadi sinyal kuat bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk meninjau kembali sistem penerimaan mereka agar lebih berpihak pada aksesibilitas dan kualitas input mahasiswa yang objektif.

Transformasi ini menegaskan posisi ITB tidak hanya sebagai menara gading keilmuan, tetapi juga institusi publik yang inklusif dan merakyat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version