Connect with us

Nasional

Resmi Terlindungi Negara, Durian Merah Banyuwangi Raih Status Indikasi Geografis Pertama di Indonesia

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari kompas.com Sebuah tonggak sejarah baru telah terukir bagi sektor pertanian dan pariwisata Kabupaten Banyuwangi. Durian Merah Banyuwangi, permata hortikultura dari ujung timur Pulau Jawa, kini secara resmi telah mendapatkan perlindungan hukum melalui sertifikat Indikasi Geografis (IG). Sertifikat ini diterbitkan oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia melalui Direktorat Merek dan Indikasi Geografis. Pencapaian prestisius ini merupakan buah manis dari perjuangan panjang pemerintah daerah yang telah mengajukan permohonan sejak tahun 2023, menjadikan Durian Merah sebagai durian pertama di Indonesia yang memiliki sertifikat IG.

​Kebanggaan dan Harapan Daerah

​Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut kabar gembira yang diterima pada Rabu, 21 Januari 2026 ini dengan penuh rasa syukur. Beliau menegaskan bahwa pengakuan negara ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan sebuah validasi atas keaslian dan kualitas produk lokal Banyuwangi.

​Dalam pernyataannya, Ipuk menekankan bahwa status IG ini akan menjadi instrumen promosi yang sangat strategis. Harapannya, hal ini akan memicu peningkatan produktivitas para petani durian khususnya di Kecamatan Songgon yang dikenal sebagai sentra utama serta menjadi magnet kuat untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. “Ayo datang ke Banyuwangi, nikmati durian merahnya. Karena durian merah Banyuwangi sangat unik yang tak dimiliki daerah lain,” ujar Ipuk, mengundang para penikmat buah untuk membuktikan sendiri keistimewaannya.

​Profil dan Keunikan: Lebih dari Sekadar Warna

​Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi, Ilham Juanda, memaparkan secara rinci mengapa durian ini layak mendapatkan perlindungan khusus. Durian Merah Banyuwangi (Durio Zibethinus L) memiliki karakteristik yang sangat distingtif yang terbentuk dari pertemuan faktor alam yang spesifik seperti kondisi tanah, iklim mikro, dan ketinggian wilayah dengan kearifan lokal dalam teknik budidaya yang diwariskan antar-generasi.

​Secara fisik dan organoleptik, durian ini memiliki keunggulan sebagai berikut:

  • Variasi Warna Daging: Tidak hanya satu warna, durian ini memiliki gradasi yang memukau mulai dari merah penuh, merah pelangi, hingga merah semburat.
  • Morfologi Buah: Bentuknya bervariasi dari bulat hingga lonjong dengan kulit berwarna kuning-hijau.
  • Kualitas Daging: Memiliki ketebalan daging antara 4,2 hingga 18,5 milimeter dengan persentase daging mencapai 41,7 persen. Teksturnya dikenal lembut dan pulen.
  • Cita Rasa: Menawarkan keseimbangan rasa manis dan pahit yang harmonis dengan aroma yang sangat kuat.
  • Nilai Gizi: Mengandung antioksidan tinggi, Vitamin C, dan memiliki kadar lemak yang relatif lebih rendah dibandingkan durian pada umumnya.

​Varietas Unggul dan Persebaran Wilayah

​Status sebagai komoditas langka semakin menambah nilai eksklusif Durian Merah. Saat ini, tercatat baru ada enam pohon induk yang didaftarkan dalam IG dengan estimasi produksi rata-rata 4 ton. Keenam varietas unggul nasional yang menjadi andalan tersebut meliputi:

  1. ​Balqis
  2. ​SOJ
  3. ​Gandrung
  4. ​Sayu Wiwit
  5. ​Tawangalun
  6. ​Madu Blambangan

​Penyebaran varietas ini terpusat di beberapa kecamatan strategis, yaitu Songgon, Rogojampi, Singojuruh, Glagah, Licin, dan Srono. Sejak tahun 2015, pemerintah daerah telah mencatat 12 jenis durian lokal sebagai varietas unggul, di mana separuhnya adalah jenis durian merah.

​Perlindungan Hukum Kekayaan Genetik

​Secara keseluruhan, Banyuwangi memiliki potensi panen durian yang luar biasa dengan luas lahan mencapai 3.262 hektare dan total produksi menembus angka 27.890 ton. Penyerahan sertifikat IG kepada Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Durian Merah Banyuwangi di Songgon menjadi langkah kunci dalam menjaga aset ini.

​Ilham Juanda menegaskan bahwa dengan adanya sertifikat ini, kekayaan genetik lokal Banyuwangi kini terlindungi dari ancaman pencurian, klaim sepihak, maupun penyalahgunaan oleh pihak luar. Ini memastikan bahwa reputasi dan manfaat ekonomi dari Durian Merah akan sepenuhnya kembali kepada masyarakat Banyuwangi.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *