Nasional
Ratusan Rumah di Bandar Lampung Terendam Banjir Akibat Cuaca Ekstrem dan Luapan Sungai

Semarang (usmnews) – Dikutip dari Metrotv, Intensitas hujan yang sangat tinggi di awal tahun 2026 kembali membawa dampak serius bagi masyarakat di wilayah Bandar Lampung. Berdasarkan laporan terbaru, ratusan rumah warga terpaksa terendam air setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam tanpa henti.
Kondisi ini menyebabkan debit air di sejumlah drainase dan aliran sungai meluap ke pemukiman penduduk, menciptakan situasi darurat bagi banyak keluarga.

Kronologi dan Penyebab Kejadian
Bencana banjir ini bermula saat cuaca ekstrem melanda wilayah ibu kota Provinsi Lampung tersebut sejak siang hingga menjelang malam hari. Drainase kota yang tidak mampu menampung volume air hujan yang masif, ditambah dengan meluapnya beberapa sungai kecil yang melintasi pemukiman, menjadi pemicu utama masuknya air ke dalam rumah-rumah warga. Di beberapa titik, ketinggian air dilaporkan bervariasi, mulai dari setinggi lutut hingga mencapai pinggang orang dewasa.
Dampak Terhadap Warga Setempat
Dampak dari banjir ini sangat dirasakan oleh warga di berbagai kecamatan. Berikut adalah beberapa poin utama situasi di lapangan:
- Kerusakan Harta Benda: Banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan barang-barang elektronik, perabotan rumah tangga, hingga kendaraan bermotor karena air datang dengan sangat cepat.
- Evakuasi Mandiri: Sebagian besar warga memilih untuk tetap bertahan di bagian rumah yang lebih tinggi, namun lansia dan anak-anak mulai dievakuasi ke tempat yang lebih aman atau rumah kerabat yang tidak terdampak.
- Lumpuhnya Aktivitas: Jalan-jalan utama di dalam pemukiman menjadi sulit dilalui, menghambat mobilitas warga untuk beraktivitas atau mencari bantuan.
Respons Pemerintah dan Langkah Mitigasi

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung bersama tim relawan telah dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak paling parah. Petugas fokus pada pemantauan debit air serta memberikan bantuan evakuasi bagi warga yang terjebak di dalam rumah.
Selain bantuan darurat, pemerintah kota kini mendapatkan tekanan lebih besar untuk segera melakukan perbaikan infrastruktur, seperti normalisasi sungai dan pembersihan saluran air secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak berulang di masa mendatang.
Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang diprediksi masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Kebersihan saluran air di lingkungan masing-masing juga menjadi kunci penting untuk meminimalisir risiko banjir yang lebih luas.







