Education

Puji Basuki Sebut Pendidikan Linier Jadi Kunci Dongkrak Karier dan Grade di Industri Modern

Published

on

Semarang (USMNEWS) – Rangkaian Seminar Internasional “Reliability, Availability, Maintainability and Safety (RAMS) Industrial Problems with its Solution” yang berlangsung di Gedung Auditorium Universitas Semarang (USM) pada Selasa, 30 Juni 2026 berjalan semakin interaktif.

Sesi kedua acara akademik dalam rangka perayaan Dies Natalis USM ke-39 ini menghadirkan alumni teknik mesin Universitas Diponegoro yang kini berkiprah sebagai Indonesian Representative Engineering di Meteorology PT Limited Australia, Bapak Puji Basuki, ST, MT. Membawakan materi bertajuk “Strategic Maintenance: The Art & Science of Sustainable Equipment Performance”, ia mengawali presentasinya dengan memotivasi sekitar 100 mahasiswa yang hadir mengenai pentingnya melanjutkan pendidikan linier demi menunjang karier profesional di bidang manufaktur.

“Jangan salah, waktu kita bekerja itu kalau tidak mau sekolah, kayaknya grade kita, bayaran kita untuk melompat dari angka UMR kemudian atasnya sedikit kemudian dikalikan berapa kali UMR itu agak berat,” ujar Puji Basuki.

Berbeda dengan pendekatan teoretis pada umumnya, Puji Basuki justru memilih membedah realitas manajemen perawatan melalui sudut pandang mentalitas prediksi dan rentetan studi kasus kegagalan operasional nyata yang pernah ia tangani secara langsung di pabrik.

Salah satu insiden fatal yang ia bagikan adalah peristiwa kebakaran hebat pada sebuah panel listrik dan area preparasi akibat kelalaian pekerja serta buruknya aksesibilitas tata letak (layout) penyelamatan darurat di area produksi. Ia mengingatkan para calon insinyur agar tidak mengabaikan indikasi awal penyimpangan suhu pada komponen mesin sekecil apa pun karena dampaknya bisa berujung pada hilangnya nyawa.

“Waktu terbakar awalnya kecil, orangnya berusaha mematikan sendiri ternyata tidak mampu makin besar, setelah besar barulah dipencet tombol alarm dan sudah terlambat,” tambahnya.

Melalui pendekatan yang sangat praktis, praktisi senior yang telah mengantongi pengalaman selama lebih dari dua dekade sebagai engineering manager ini juga menyoroti kompleksitas masalah teknis lain seperti kebocoran sirkuit pipa air di atas ruang penyimpanan perangkat elektronik sensitif hingga fenomena gangguan trafo listrik yang kerap dipicu oleh faktor eksternal tak terduga. Puji menegaskan bahwa seorang staf maintenance muda sering kali kalah suara dalam mempertahankan argumen desain yang ideal di hadapan manajemen struktural, sehingga diperlukan ketegasan dalam menyortir komponen yang telah rusak agar tidak menularkan kerusakan ke sistem lain.

“Kalau sudah dipilih rusak ya jangan dipakai. Karena kalau disimpan pasti kapan-kapan kepakai lagi lah, waktu kepakai itu nular yang rusak satu ini nanti murnya ini rusak mur yang lain jadi ikut rusak,” jelasnya.

Menutup sesinya yang berdurasi 30 menit tersebut, ia mengingatkan pentingnya etika profesional di era digital, khususnya bagi para pekerja industri agar mampu mengontrol penggunaan media sosial saat terjadi insiden internal perusahaan demi menjaga nama baik bersama.

“Mohon dimengerti juga suatu saat kalau di internal kalian ada suatu masalah ya jangan disampaikan (ke medsos) karena itu akan merugikan semuanya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version