Education
Masuki Hari Kedua, Peserta Gladi Tangguh Ubaloka Semarang Jalani Pelatihan Penyelamatan di Medan Terjal
Semarang (usmnews) – Unit Bantu Pertolongan Pramuka atau Ubaloka Kota Semarang kembali menggelar kegiatan kaderisasi pencarian dan pertolongan. Organisasi kemanusiaan di bawah naungan Kwartir Cabang Kota Semarang ini melaksanakan kegiatan GT Ubaloka Kota Semarang yang ke-21. Sebanyak 22 peserta didik pilihan dari berbagai pangkalan SMA dan SMK sederajat se-Kota Semarang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini. Acara resmi tersebut sudah mulai bergulir sejak kemarin lusa dengan pengawasan ketat dari tim instruktur senior.
Memasuki hari kedua pelaksanaan, panitia membawa seluruh peserta menuju ke Mess Basarnas yang berlokasi di daerah Gondoriyo, Ngaliyan, Semarang. Perpindahan lokasi ini bertujuan agar para anggota muda tersebut dapat berlatih menggunakan fasilitas rescue yang lebih representatif. Pada fase ini, mental dan fisik para calon anggota Ubaloka benar-benar mendapatkan ujian melalui berbagai materi penyelamatan yang menantang.
Kuasai Teknik Penyelamatan Medan Vertikal pada GT Ubaloka Kota Semarang
Selama berada di kompleks pelatihan milik Basarnas, para peserta fokus menjalani pendidikan materi khusus yang sangat krusial. Mereka mempelajari materi mengenai High Angle Rescue Technique atau lebih populer dengan istilah teknik HART. Materi khusus ini merupakan keahlian penanganan korban kecelakaan pada medan dengan kemiringan ekstrem atau vertikal. Penguasaan teknik ini sangat penting bagi anggota rescue saat menghadapi situasi darurat seperti korban jatuh ke jurang maupun gedung tinggi.
Para instruktur Basarnas memberikan pemahaman mendalam mengenai pengenalan jenis tali, sistem simpul, hingga kekuatan alat penahan beban. Tidak hanya menerima materi teori di dalam kelas, seluruh peserta juga wajib mempraktikkan langsung cara merakit sistem evakuasi di lapangan. Mereka belajar cara menuruni dinding vertikal menggunakan tali secara aman dengan teknik rappelling. Ketelitian dalam menerapkan standar operasional prosedur menjadi fokus utama penilaian agar tidak terjadi fatalitas saat melakukan operasi penolongan.
Pembentukan Karakter Relawan Muda yang Tanggap dan Responsif
Panitia pelaksana menegaskan bahwa kegiatan berkala ini memiliki tujuan jangka panjang yang sangat strategis bagi kota Semarang. GT Ubaloka Kota Semarang diharapkan mampu mencetak personel relawan muda yang memiliki jiwa kepemimpinan dan responsif terhadap bencana. Pengelola sengaja merancang metode pelatihan dengan disiplin tinggi agar fisik dan mental peserta siap menghadapi situasi darurat yang sebenarnya. Hubungan kerja sama yang baik dengan pihak Basarnas juga semakin memperkaya wawasan taktis para peserta mengenai dunia SAR.
Setelah menyelesaikan materi medan terjal ini, para peserta masih harus melewati beberapa tahapan ujian berat lainnya hingga hari penutupan. Manajemen organisasi berharap seluruh peserta yang berjumlah 22 orang ini dapat lulus secara maksimal tanpa ada yang mengundurkan diri. Nantinya, para lulusan baru ini akan langsung terjun ke lapangan untuk mendukung tugas kemanusiaan di kota Semarang. Pihak kwartir cabang memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen para pelajar yang rela mendedikasikan waktu liburnya demi kemanusiaan.