Connect with us

Entertainment

PSHT Candimulyo Donasikan Rp22 Juta ke DKP Madiun

Published

on

Anggota PSHT Rayon Candimulyo menyerahkan simbolis bantuan donasi sebesar Rp22.268.800 kepada pengurus DKP Madiun.

Semarang(usmnews) – Di Kutip dari Kabarreskrim.com Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) kembali membuktikan jati dirinya sebagai organisasi yang menjunjung tinggi kemanusiaan. Lebih dari sekadar organisasi pencak silat, PSHT memegang teguh ikatan batin antaranggota. Prinsip paseduluran ini menjadi penggerak utama bagi para warga untuk peduli terhadap sesama, sesuai dengan semboyan bahwa rasa sakit satu saudara adalah duka bagi seluruh keluarga besar.

Landasan Filosofis Satu Rasa

Warga PSHT Rayon Candimulyo, Ranting Dolopo, Pusat Madiun menginisiasi gerakan sosial ini sebagai bentuk pengamalan ajaran budi luhur. Mereka tidak hanya melatih fisik di gelanggang, tetapi juga mengasah empati melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Para anggota secara sukarela menggalang kekuatan untuk membantu meringankan beban saudara yang membutuhkan. Gerakan ini menegaskan bahwa karakter seorang pendekar sejati terpancar dari kepeduliannya terhadap penderitaan sesama manusia.

Realisasi dan Transparansi Penyerahan Donasi

Melalui semangat gotong royong yang solid, warga Rayon Candimulyo berhasil mengumpulkan dana sosial sebesar Rp22.268.800,00. Jumlah ini mencerminkan kuatnya komitmen persaudaraan di tingkat akar rumput. Untuk memastikan transparansi, pengurus Rayon menyerahkan langsung dana tersebut kepada Dewan Keamanan Pusat (DKP) Madiun. Langkah ini bertujuan agar pihak DKP dapat mengelola dan mendistribusikan amanah para donatur secara tepat sasaran kepada pihak yang berhak menerima bantuan.

Komitmen Pengabdian Masyarakat
Dokumentasi bersama masyarakat

Aksi sosial ini menjadi teladan bagi unit organisasi lain di bawah naungan Pusat Madiun. Selain memberikan bantuan materi, kegiatan ini bertujuan menjaga marwah PSHT sebagai organisasi yang santun dan bermanfaat bagi lingkungan luas. PSHT Rayon Candimulyo menunjukkan bahwa kekuatan organisasi terletak pada persatuan dan aksi nyata, bukan sekadar jumlah anggota. Melalui kontribusi ini, mereka berharap ikatan persaudaraan semakin erat dan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

BACA JUGA:

Sejarah Terukir di Lantai Futsal: Timnas Indonesia Pastikan Tiket ke 8 Besar Piala Asia 2026.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *