Education
Pesan Tegas Bahlil untuk Mahasiswa RI di Amerika
Semarang (usmmnews) – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan nasihat yang sangat penting. Tepatnya, ia menasihati para mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat. Saat itu, Bahlil sedang melakukan kunjungan kerja resmi. Selain itu, ia juga mendampingi Presiden Prabowo di Washington DC. Dalam kesempatan ini, ia menemui Ketua Permias Nasional. Pemuda inspiratif tersebut bernama Axel Hutapea. Axel sendiri sedang menempuh pendidikan di Universitas George Town. Selanjutnya, Bahlil menyampaikan sebuah pesan kepemimpinan yang tegas. Nasihat ini terekam jelas dalam sebuah tayangan video singkat. Video tersebut rilis pada hari Rabu, 25 Februari 2026. Menariknya, akun Instagram @melangkahdaritimur.id ikut mengunggah video tersebut.
Kritik Tajam tentang Mental Pengikut
Mula-mula, Bahlil menyoroti perjuangan keras para mahasiswa tersebut. Kuliah di luar negeri tentu membutuhkan usaha ekstra maksimal. Oleh karena itu, ia meminta mereka mempraktikkan ilmu sebaik-baiknya. Bahlil menegaskan agar mereka tidak menjadi pengikut saja. Bahkan, ia melarang mereka sekadar ikut-ikutan saat pulang nanti. Menurutnya, lulusan dari Amerika harus menjadi seorang pemimpin sejati. “Kalau kalian udah kuliah jauh-jauh di sini, jangan kembali jadi followers,” ujar Bahlil. Kutipan langsung ini sangat menampar kesadaran kaum muda kita. Lebih lanjut, Bahlil menambahkan sebuah sindiran yang cukup tajam. “Kalau untuk jadi followers tidak usah kuliah di Amerika,” tegasnya. Tentu saja, pernyataan ini sukses memacu semangat para mahasiswa.
Harapan Besar untuk Kemajuan Bangsa
Selanjutnya, mari kita pahami makna mendalam pesan menteri ini. Indonesia saat ini sangat membutuhkan inovator dan pemikir kritis. Karena itu, pemuda lulusan luar negeri harus membawa perubahan. Mereka telah menyerap banyak ilmu di negara maju sana. Sehingga, mereka wajib membangun inovasi di tanah air kita. Selain itu, bangsa kita sedang menghadapi tantangan ekonomi global. Pemimpin muda harus berani mengambil keputusan yang strategis. Oleh sebab itu, mental pengikut harus segera mereka buang jauh-jauh. Bahlil menginginkan para pemuda ini menciptakan lapangan kerja baru. Mereka harus membangun ekosistem bisnis yang jauh lebih mandiri. Akibatnya, negara kita bisa terus bersaing secara global.
Membangun Visi Pemimpin Berwawasan Internasional
Kuliah di Amerika Serikat pasti memberikan pengalaman sangat berharga. Pertama, mahasiswa terbiasa membangun pola pikir yang sangat terbuka. Kedua, mereka berhasil menjalin jaringan internasional yang sangat luas. Oleh karena itu, potensi diri mereka menjadi sangat luar biasa. Bahlil tentu sangat menyadari besarnya potensi talenta muda ini. Sebagai seorang pejabat negara, ia mengetahui kriteria pemimpin masa depan. Indonesia sangat butuh anak muda dengan visi global tajam. Namun, kecerdasan akademis saja tidak pernah cukup membangun bangsa. Mahasiswa juga butuh mental juara dan keberanian tampil beda. Pada akhirnya, pesan Bahlil ini menjadi pengingat bagi semuanya. Generasi muda harus siap menjadi nahkoda utama bangsa Indonesia.