Nasional
Perkembangan Terbaru Kasus Ledakan SMAN 72: Pelaku Siap Diperiksa Setelah Kondisi Membaik
Jakarta (usmnews) di kutip dari CNN indonesia Kasus ledakan yang mengguncang Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan menyebabkan puluhan siswa menderita luka-luka, kini memasuki babak baru dalam proses penyelidikan. Pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa penanganan kasus ini terus berlanjut, dengan fokus utama pada pemeriksaan terhadap **Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH)** yang diidentifikasi sebagai pelaku tunggal dalam insiden tragis tersebut.
Insiden yang terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang seharusnya menjadi zona aman untuk belajar, telah menarik perhatian publik dan memunculkan berbagai pertanyaan mengenai pengawasan dan keamanan di institusi pendidikan. Ledakan yang melukai banyak korban ini, meskipun belum dijelaskan secara detail jenis ledakannya dalam laporan awal, telah menimbulkan kekhawatiran yang mendalam di kalangan orang tua, guru, dan komunitas sekolah.
Puluhan siswa yang menjadi korban luka-luka segera dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis, dan kabar terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar korban sedang dalam masa pemulihan.
### Pemindahan dari ICU Menandai Kemajuan Kondisi Pelaku
Fokus penyelidikan saat ini tertuju pada pelaku, yang juga seorang siswa dari sekolah tersebut. Berdasarkan keterangan resmi dari **Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto**, pelaku yang sempat menjalani perawatan intensif karena kondisi yang parah pasca-ledakan, kini menunjukkan perkembangan kesehatan yang sangat positif.
Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa ABH tersebut telah **dipindahkan dari ruang ICU ke kamar rawat inap biasa**. Perubahan status ini merupakan indikasi signifikan bahwa kondisi kritisnya telah terlewati dan ia berada di jalur pemulihan.
“ABH sudah dipindahkan ke kamar rawat inap yang sebelumnya di ICU. Perkembangan kesehatannya membaik dan sudah bisa berkomunikasi dengan tim medis,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Pemindahan ini secara otomatis membuka jalan bagi pihak kepolisian untuk segera melakukan pemeriksaan mendalam. Pemeriksaan ini krusial untuk menggali motif, kronologi, dan bagaimana bahan peledak (atau alat yang menyebabkan ledakan) tersebut bisa dirakit dan dibawa masuk ke lingkungan sekolah.
### Pemeriksaan Segera Digelar
Rencananya, pemeriksaan terhadap ABH akan segera dilakukan setelah tim dokter memberikan lampu hijau, memastikan bahwa kondisi fisik dan mentalnya memungkinkan untuk menjalani proses hukum tanpa mengganggu proses penyembuhan. Kabid Humas menegaskan bahwa proses hukum terhadap anak akan dilakukan sesuai dengan **Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA)**, yang mengedepankan asas diversi dan perlindungan terhadap hak-hak anak.