International

Pentagon Ungkap AS Sangat Jauh dari Pengerahan Pasukan di Gaza

Published

on

(usmnews) – Trump mengusulkan agar AS mengambil alih Gaza setelah 15 bulan konflik Israel-Hamas. Pada Selasa (4/2/2025), Trump menyampaikan gagasan tersebut dengan menekankan perlunya membangun kembali wilayah itu setelah penghancuran besar-besaran.

Trump menegaskan kembali rencananya merelokasi warga Palestina ke negara tetangga dengan biaya mereka. Trump menegaskan kesiapan AS mengerahkan pasukan ke Gaza jika diperlukan. Namun, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa pengerahan tentara masih jauh dari kenyataan.

Dalam wawancara dengan Fox News (5/2/2025), Hegseth menegaskan bahwa keputusan itu membutuhkan diskusi mendalam dengan Trump, pejabat keamanan, dan sekutu AS. Ia juga menegaskan AS akan membantu Israel melawan Hamas dan membebaskan sandera. Ia menegaskan bahwa AS harus menghindari pengerahan tentara ke Gaza kecuali terpaksa.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji gagasan Trump, menyebutnya sebagai pemikiran yang tidak konvensional dan berpotensi mengubah sejarah. Namun, usulan ini menuai kritik internasional. Kepemimpinan Palestina mengecamnya sebagai “pelanggaran signifikan terhadap hukum internasional,” sementara negara-negara Arab seperti Arab Saudi, Iran, Yordania, dan Mesir menegaskan bahwa warga Palestina harus tetap tinggal di Gaza.

Perdebatan masa depan Gaza memanas, dan keputusan Trump dalam beberapa bulan ke depan akan memengaruhi politik dan keamanan Timur Tengah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version