Nasional
Pendaki Perempuan Cedera di Jalur Puncak Tembesi Rinjani, Tim SAR Berhasil Lakukan Evakuasi
Semarang (usmnews) – Seorang pendaki perempuan berhasil dievakuasi dengan selamat setelah mengalami cedera pada bagian pergelangan kaki saat berada di kawasan Puncak Tembesi, jalur pendakian Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Proses penyelamatan dilakukan oleh tim SAR gabungan yang bekerja tanpa henti hingga korban akhirnya dapat dibawa turun untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Korban diketahui bernama Rosiana Citra Dewi (22), warga Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Insiden tersebut terjadi ketika ia sedang melakukan pendakian di kawasan Puncak Tembesi. Cedera yang dialaminya membuat korban tidak mampu melanjutkan perjalanan maupun turun secara mandiri, sehingga rekan-rekannya segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.
Setelah menerima informasi mengenai adanya pendaki yang membutuhkan pertolongan, Pos SAR Kayangan bersama unsur SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Tim penyelamat harus menempuh jalur pendakian yang cukup berat dengan kondisi medan berbatu, tanjakan curam, serta suhu dingin khas pegunungan. Tantangan tersebut tidak mengurangi semangat petugas untuk segera mencapai posisi korban.
Sesampainya di lokasi, tim medis memberikan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban. Cedera yang dialami berada pada bagian pergelangan kaki sehingga korban tidak memungkinkan untuk berjalan. Setelah memastikan kondisinya cukup stabil, petugas kemudian memasang peralatan evakuasi dan mengevakuasi korban menggunakan tandu khusus agar proses pemindahan dapat dilakukan dengan aman.
Evakuasi berlangsung secara bertahap mengingat jalur yang harus dilalui cukup sempit dan memiliki tingkat kesulitan tinggi. Seluruh personel bekerja sama melewati berbagai rintangan hingga akhirnya korban berhasil dibawa turun menuju lokasi yang lebih aman. Berkat koordinasi yang baik antara seluruh unsur SAR, proses penyelamatan dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Korban akhirnya berhasil dievakuasi pada Selasa dini hari dalam keadaan selamat. Setelah tiba di titik aman, ia langsung memperoleh penanganan lanjutan sebelum dibawa menuju fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan medis secara menyeluruh. Dengan selesainya proses tersebut, operasi pencarian dan pertolongan resmi dinyatakan ditutup oleh tim SAR.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa aktivitas pendakian gunung memiliki risiko yang tidak bisa dianggap remeh. Para pendaki diimbau untuk mempersiapkan kondisi fisik, membawa perlengkapan yang memadai, memahami karakteristik jalur pendakian, serta selalu mengutamakan keselamatan selama berada di kawasan pegunungan. Kesiapan menghadapi kondisi darurat juga menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko ketika terjadi insiden di alam terbuka. Informasi mengenai keberhasilan evakuasi ini disampaikan setelah operasi SAR dinyatakan selesai dan korban berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat.