Connect with us

Lifestyle

Panduan Perawatan Kain: 5 Jenis Pakaian yang Pantang Dijemur Sembarangan

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari kompas.com Menjemur pakaian di bawah sinar matahari atau di udara terbuka memang merupakan metode pengeringan paling umum dan hemat energi, terutama di negara tropis seperti Indonesia. Sinar matahari dikenal ampuh membunuh bakteri dan menghilangkan bau apek. Namun, tidak semua jenis kain diciptakan sama. Berdasarkan prinsip perawatan tekstil yang dibahas dalam artikel ini terdapat kesalahpahaman umum bahwa semua baju bisa digantung di tali jemuran begitu saja. Faktanya, paparan sinar ultraviolet (UV) yang intens dan gaya gravitasi saat proses pengeringan udara dapat merusak struktur serat tertentu secara permanen. Berikut adalah uraian mendalam mengenai 5 jenis pakaian yang sebaiknya tidak dijemur sembarangan di udara terbuka atau di bawah terik matahari langsung:

1. Pakaian Renang dan Baju Olahraga (Bahan Elastis/Spandex)

Pakaian renang dan perlengkapan olahraga (seperti legging yoga) umumnya terbuat dari serat sintetis berteknologi tinggi seperti Spandex, Lycra, atau Elastane. Musuh terbesar dari bahan-bahan ini adalah panas yang berlebihan, termasuk panas dari sinar matahari langsung. Ketika Anda menjemur baju renang di bawah terik matahari, sinar UV akan memecah rantai polimer yang memberikan sifat elastis pada kain tersebut. Akibatnya, pakaian renang Anda akan cepat melar, kehilangan bentuk aslinya (baggy), dan serat kainnya menjadi rapuh hingga mudah sobek. Saran: Keringkan dengan cara diangin-anginkan di tempat teduh (teras yang beratap) dan hindari memerasnya terlalu keras.

2. Pakaian Berbahan Sutra (Silk)

Sutra adalah serat alami berbasis protein yang sangat kuat namun sekaligus sangat sensitif. Ini adalah salah satu kain paling mewah yang membutuhkan perlakuan khusus. Menjemur sutra di bawah sinar matahari langsung adalah kesalahan fatal. Sinar matahari dapat menyebabkan serat sutra menjadi kuning (yellowing) dan memudarkan kilau alaminya yang indah. Selain perubahan warna, paparan panas matahari membuat serat sutra menjadi kering dan rapuh, sehingga mudah robek hanya dengan tarikan ringan. Saran: Letakkan sutra di atas handuk kering di permukaan datar di dalam ruangan yang bersirkulasi udara baik, jauh dari jendela yang terpapar matahari langsung.

3. Pakaian Berbahan Wol dan Rajutan (Knits)

Masalah utama pada pakaian wol atau sweater rajut bukanlah sinar mataharinya semata, melainkan metode penggantungannya saat dijemur di udara. Wol menyerap air dalam jumlah yang sangat banyak, membuat bobotnya bertambah berkali-kali lipat saat basah. Jika Anda menjemur sweater wol dengan cara menggantungnya di hanger atau tali jemuran, gaya gravitasi akan menarik beban air tersebut ke bawah. Hal ini menyebabkan bagian bahu menjadi melar (timbul benjolan bekas hanger) dan body baju menjadi jauh lebih panjang dari ukuran aslinya. Kerusakan bentuk ini seringkali bersifat permanen. Saran: Gunakan metode flat drying atau menjemur dengan cara dibaringkan mendatar di atas rak jemuran jaring (drying rack).

4. Pakaian Berbahan Kulit (Asli maupun Sintetis)

Baik itu jaket kulit asli maupun celana kulit sintetis, keduanya memiliki reaksi negatif terhadap proses pengeringan udara yang panas. Sinar matahari berfungsi layaknya “oven” bagi bahan kulit.Panas akan menarik minyak alami yang ada di dalam kulit (atau plasticizers pada kulit sintetis), menyebabkan bahan tersebut menjadi kaku, kering, dan akhirnya retak-retak (cracking). Sekali bahan kulit mengalami retak atau mengelupas, tidak ada cara untuk memperbaikinya kembali seperti semula. Saran: Jika pakaian kulit basah, cukup seka dengan kain kering dan biarkan kering perlahan di suhu ruangan yang sejuk.

5. Pakaian Berwarna Sangat Gelap atau Hitam Pekat

Pakaian berwarna gelap, terutama yang berbahan katun atau linen, sangat rentan terhadap photodegradation atau pemudaran warna akibat cahaya. Pigmen pewarna gelap menyerap spektrum cahaya lebih banyak dibandingkan warna terang. Jika dijemur terus-menerus di bawah sinar matahari langsung, radiasi UV akan memutihkan pewarna kain tersebut. Hasilnya, baju hitam favorit Anda akan berubah warna menjadi kemerahan atau abu-abu kusam dalam waktu singkat, membuat pakaian terlihat usang dan tua. Saran: Jika terpaksa menjemur di luar, balikkan pakaian (bagian dalam di luar) untuk melindungi warna bagian depan, atau jemurlah di area yang ternaungi atap. Kesimpulan, kunci dari menjaga keawetan pakaian bukan hanya pada cara mencucinya, tetapi juga bagaimana Anda mengeringkannya. Selalu periksa label instruksi perawatan (care label) yang terdapat di bagian dalam pakaian. Menghindari sinar matahari langsung untuk kelima jenis bahan di atas tidak hanya menjaga bentuk dan warna, tetapi juga menghemat pengeluaran Anda karena tidak perlu sering membeli pakaian baru.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *