Connect with us

Lifestyle

Panduan Lengkap: 7 Cara Merawat Melati di Dalam Ruangan agar Tumbuh Subur dan Wangi

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari kompas.com Menghadirkan tanaman melati di dalam rumah bukan hanya tentang estetika visual, tetapi juga soal menciptakan suasana relaksasi melalui aromanya yang khas. Meskipun melati dikenal sebagai tanaman tropis yang menyukai alam terbuka, Anda tetap bisa menanamnya di dalam ruangan dengan sukses. Kuncinya terletak pada meniru habitat aslinya sedekat mungkin.Berikut adalah tujuh langkah krusial yang perlu Anda terapkan agar melati indoor Anda tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga tumbuh subur dan berbunga lebat:

1. Seleksi Varietas yang Tepat

Langkah pertama yang paling menentukan adalah memilih jenis melati. Tidak semua spesies melati cocok untuk lingkungan indoor. Untuk hasil terbaik, pilihlah Jasminum polyanthum (melati putih beraroma kuat dengan kuncup merah muda) atau Jasminum sambac (melati Arab). Kedua jenis ini memiliki toleransi yang lebih baik terhadap kondisi dalam ruangan. Karena sifat alaminya yang merambat, siapkan pot gantung yang cantik atau pasang tralis mini agar batangnya bisa menjalar dengan rapi dan estetis.

2. Kebutuhan Cahaya Adalah Prioritas

Melati adalah pecinta matahari. Agar dapat memproduksi bunga, tanaman ini membutuhkan setidaknya enam jam cahaya terang setiap harinya. Namun, hati-hati dengan sinar matahari siang yang terlalu menyengat karena bisa menghanguskan daun. Posisi terbaik adalah di dekat jendela yang menghadap ke timur atau barat, di mana tanaman mendapatkan cahaya terang namun tidak langsung (indirek). Jika ruangan Anda minim cahaya, pertimbangkan untuk menggunakan grow light (lampu tanaman) untuk mencukupi kebutuhan fotosintesisnya.

3. Media Tanam dan Drainase Sempurna

Masalah pembusukan akar adalah musuh utama melati dalam pot. Oleh karena itu, gunakan media tanam yang gembur dan memiliki porositas tinggi (mudah dialiri air). Pastikan pot Anda memiliki lubang drainase yang memadai. Jangan pernah membiarkan air menggenang di piring alas pot (tatakan) setelah menyiram; segera buang kelebihan air tersebut agar akar tidak “tenggelam” dan busuk.

4. Teknik Penyiraman yang Disiplin

Kunci penyiraman melati adalah keseimbangan—tanah harus lembap, tapi tidak becek. Lakukan tes kelembapan sederhana dengan jari Anda: sentuh permukaan tanah sekitar 1 cm bagian atas. Jika terasa kering, maka saatnya menyiram. Jika masih basah, tundalah penyiraman. Konsistensi ini sangat penting untuk menjaga kesehatan akar.

5. Menjaga Kelembapan Udara (Humidity)

Sebagai tanaman tropis, melati merana di udara kering. Ruangan ber-AC atau yang memiliki pemanas udara sering kali terlalu kering bagi melati. Untuk mengatasinya, letakkan tanaman di area yang lebih lembap seperti kamar mandi (asalkan ada jendela terang), atau gunakan humidifier. Menjauhkan tanaman dari hembusan angin langsung AC atau kipas angin juga sangat disarankan agar daun tidak cepat rontok.

6. Nutrisi Tambahan (Pemupukan)

Selama masa pertumbuhan aktif (biasanya dari musim semi hingga awal musim gugur), berikan pupuk cair khusus tanaman bunga sebulan sekali. Ini akan memacu pertumbuhan tunas dan pembentukan kuncup bunga. Namun, hentikan pemupukan saat cuaca mulai dingin atau saat tanaman sedang dalam fase istirahat (dormansi), karena kelebihan pupuk saat tanaman tidak aktif justru dapat merusak akar.

7. Pengendalian Suhu untuk Pembungaan

Suhu ruangan yang sejuk sangat ideal bagi melati, terutama di kisaran 15–24 derajat Celsius. Yang menarik, sedikit penurunan suhu di malam hari sering kali diperlukan untuk merangsang tanaman memproduksi kuncup bunga. Jadi, membiarkan melati merasakan suhu yang sedikit lebih dingin (tapi tidak membeku) di malam hari justru dapat membantunya berbunga lebih lebat.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *