Education

Panduan Aman Beristirahat di Kendaraan: Mengantisipasi Risiko Fatal Saat Tidur di Dalam Mobil

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari Merdeka.com Melakukan perjalanan jarak jauh, baik untuk keperluan mudik, liburan, maupun urusan pekerjaan, sering kali menguras energi pengemudi dan penumpang secara signifikan. Dalam kondisi kelelahan yang luar biasa, berhenti sejenak untuk memulihkan tenaga adalah langkah yang sangat bijak demi keselamatan berkendara. Banyak orang kemudian memilih untuk tidur di dalam mobil karena dianggap praktis dan nyaman. Namun, di balik kenyamanan kabin mobil yang sejuk, terdapat risiko kesehatan dan keselamatan yang sering kali diabaikan oleh banyak orang.

Tidur di dalam mobil saat mesin berhenti sebenarnya diperbolehkan, namun harus dilakukan dengan kewaspadaan tinggi. Salah satu ancaman utama yang sering tidak disadari adalah masalah ventilasi dan sirkulasi udara. Ketika semua jendela ditutup rapat dalam waktu yang lama, kabin mobil akan menjadi ruang tertutup yang minim pertukaran udara. Hal ini memicu penurunan kadar oksigen secara bertahap, sementara kadar karbon dioksida dari hasil pernapasan terus meningkat. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama jika di dalam mobil terdapat lebih dari satu orang. Gejala awal yang mungkin dirasakan adalah pusing, sesak napas ringan, hingga sakit kepala saat terbangun.

Selain masalah oksigen, aspek keamanan lingkungan juga menjadi hal krusial. Memilih lokasi berhenti yang sembarangan, seperti di bahu jalan yang gelap atau area yang sepi, dapat mengundang tindak kriminalitas seperti pencurian atau penodongan. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi setiap pengendara untuk mencari tempat istirahat resmi (rest area), pom bensin yang ramai, atau area parkir yang terpantau oleh petugas keamanan.

Untuk meminimalisir risiko saat harus tidur di mobil, ada beberapa prosedur keamanan yang wajib diikuti. Pertama, pastikan ada sirkulasi udara yang masuk ke dalam kabin. Caranya adalah dengan membuka sedikit kaca jendela (sekitar 1-2 cm) agar udara segar tetap bisa masuk. Penggunaan AC dengan mode sirkulasi udara luar juga bisa membantu, namun pastikan mesin mobil dalam kondisi sehat agar tidak ada kebocoran gas buang (karbon monoksida) yang justru bisa masuk ke dalam kabin dan bersifat racun mematikan.

Terakhir, meskipun mobil dalam keadaan berhenti, penggunaan sabuk pengaman tetap disarankan, terutama jika Anda tidur di kursi depan. Hal ini berfungsi sebagai pelindung tambahan apabila terjadi benturan dari kendaraan lain yang tidak sengaja menabrak mobil Anda saat sedang parkir. Dengan memahami risiko dan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini, waktu istirahat Anda di tengah perjalanan akan menjadi lebih berkualitas dan yang terpenting, keselamatan nyawa tetap terjaga hingga sampai di tujuan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version