Connect with us

Business

Pandu Sjahrir Sebut Kinerja Danantara Baru Bisa Dinilai 2035

Published

on

Pandu Sjahrir: Kinerja Danantara Dinilai Per Dekade, Fokus kehati-hatian dan Economic ReturnsChief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menyatakan bahwa evaluasi kinerja lembaga dana kekayaan negara seperti Danantara tidak tepat dilakukan secara tahunan, melainkan harus dinilai per dekade (10, 20, hingga 30 tahun).

Menurut Pandu, fokus Danantara, khususnya unit Danantara Investment Management, adalah pada hasil jangka panjang (in decades), menjadikannya berbeda dari sektor swasta. Ia menekankan bahwa unsur kehati-hatian adalah prinsip utama dalam investasi.Investasi Danantara tidak hanya mengejar commercial returns, tetapi juga economic returns, seperti penciptaan lapangan kerja, penyelesaian isu lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan.

Pandu mencontohkan bahwa hasil investasi yang dilakukan saat ini baru dapat dinilai lima hingga sepuluh tahun ke depan.Salah satu proyek investasi langsung Danantara saat ini adalah Waste to Energy (WTE), yang diklaim sebagai proyek WTE terbesar di dunia. Proyek ini bertujuan mengatasi krisis lingkungan di Indonesia, didukung Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Danantara mengubah skema proyek WTE dengan menghilangkan tipping fee dan memindahkannya ke power purchase agreement (PPA) seharga 20 sen per kWh serta menyediakan lahan gratis. Skema ini menarik 120 perusahaan untuk bidding pada 10 proyek pertama.Namun, pengusaha harus memenuhi tiga syarat utama: memiliki teknologi paling kompetitif, mampu menyelesaikan masalah lingkungan secara nyata, dan memiliki kapasitas serta kekuatan finansial untuk melaksanakan proyek. Pandu mengingatkan, keuntungan komersial harus sejalan dengan solusi isu lingkungan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *