Sports
Neymar Menambatkan Hati di Santos: Menolak Eropa demi Stabilitas dan Mimpi Piala Dunia 2026

Semarang (usmnews) -Dikutip dari Detik.com Spekulasi mengenai masa depan megabintang sepak bola Brasil, Neymar Jr., akhirnya terjawab sudah. Menepis berbagai rumor yang mengaitkannya dengan kepulangan ke kancah elite Eropa atau reuni emosional dengan Lionel Messi di Inter Miami, Neymar secara resmi telah memutuskan untuk tetap bertahan di tanah kelahirannya. Pemain berusia 33 tahun ini telah menandatangani perpanjangan kontrak dengan klub masa kecilnya, Santos FC, yang akan mengikatnya di Vila Belmiro hingga akhir Desember 2026.
Keputusan ini bukan sekadar perpanjangan kerja sama profesional, melainkan sebuah pernyataan cinta dan dedikasi. Dalam sebuah video emosional yang dirilis klub, Neymar menegaskan bahwa Santos memiliki tempat istimewa yang tak tergantikan di hatinya. “Aku membuat keputusan dan mendengarkan kata hatiku. Santos bukan sekadar timku. Ini adalah rumahku, tempatku berasal, riwayat, dan hidupku,” ungkap Neymar. Pernyataan ini sekaligus menutup pintu bagi klub-klub Eropa yang sempat dikabarkan berminat menampungnya kembali setelah kontrak jangka pendeknya habis.

Langkah strategis ini diambil Neymar dengan visi yang jelas: stabilitas dan Piala Dunia 2026. Dengan memperpanjang kontrak hingga akhir tahun 2026, Neymar mendapatkan kepastian tempat bermain yang kondusif untuk memulihkan performa terbaiknya. Fokus utamanya kini adalah membuktikan diri kepada pelatih tim nasional Brasil, Carlo Ancelotti, bahwa ia masih layak menjadi tumpuan Selecao di ajang Piala Dunia mendatang di Amerika Utara. Stabilitas bermain di liga domestik yang kompetitif dianggap lebih menguntungkan bagi persiapan fisiknya dibandingkan harus beradaptasi lagi dengan lingkungan baru di Eropa atau Amerika Serikat.

Secara performa, keputusan manajemen Santos untuk mempertahankan Neymar dinilai sangat beralasan meskipun membutuhkan biaya gaji yang setara dengan pengeluaran untuk empat hingga lima pemain reguler. Sejak kembali berseragam Peixe pada Januari 2025, Neymar telah membuktikan dirinya sebagai figur vital. Meskipun sempat diganggu masalah cedera hamstring pada November lalu, kontribusinya di penghujung musim sangat krusial. Ia mencatatkan statistik impresif dengan mencetak lima gol dalam tujuh penampilan terakhirnya, termasuk sebuah hat-trick memukau saat melawan Juventude. Aksi heroiknya tersebut sukses menyelamatkan Santos dari ancaman degradasi, sebuah pencapaian yang semakin mengukuhkan statusnya sebagai pahlawan klub.
Kini, tantangan terbesar bagi mantan bintang Barcelona dan PSG ini adalah menjaga kebugaran fisiknya. Setelah absen panjang dari tim nasional sejak cedera lutut parah saat melawan Uruguay pada Oktober 2023, Neymar bertekad menggunakan 12 bulan ke depan sebagai masa pembuktian. Perpanjangan kontrak ini memberinya waktu dan ruang yang dibutuhkan untuk kembali ke level tertingginya, dengan harapan dapat memimpin Brasil memburu gelar juara dunia keenam mereka, sekaligus menutup karier internasionalnya dengan manis di tempat di mana segalanya bermula.







