Business
Neta Resmi Hentikan Sementara Perakitan Mobil di Indonesia
Semarang (usmnews) – Dikutip dari detik.com Kabar mengejutkan datang dari industri kendaraan listrik (EV) di Tanah Air. Neta, merek mobil listrik asal Tiongkok yang berada di bawah naungan Hozon Auto, dilaporkan telah menghentikan aktivitas produksi lokalnya di Indonesia. Penghentian ini bukan baru saja terjadi, melainkan sudah berlangsung selama kurang lebih enam bulan terakhir, terhitung sejak pertengahan tahun 2025. Fakta ini dikonfirmasi langsung oleh pihak perakit lokal, PT Handal Indonesia Motor (HIM). Jongkie D. Sugiarto, selaku Wakil Presiden Komisaris HIM, mengungkapkan bahwa jalur perakitan untuk unit Neta di pabrik mereka yang berlokasi di Pondok Ungu, Bekasi, saat ini dalam status “vakum” atau berhenti beroperasi. Meskipun demikian, Jongkie menegaskan bahwa penghentian ini berstatus sementara (temporary), meski durasi enam bulan sudah tergolong cukup lama dalam siklus industri otomotif yang dinamis.
Nasib Model Rakitan Lokal (CKD)Sebelum penghentian ini, Neta telah memulai strategi perakitan lokal (Completely Knocked Down / CKD) untuk dua model andalannya, yakni Neta V-II dan Neta X, sejak kuartal kedua tahun 2024. Langkah ini awalnya digadang-gadang sebagai komitmen serius Neta untuk memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan mendapatkan insentif pemerintah. Namun, realita pasar berkata lain. Data menunjukkan bahwa stok unit yang sudah jadi (finished goods) maupun bahan baku (raw materials) masih tersedia dan menumpuk di fasilitas HIM, sehingga produksi tambahan dirasa belum diperlukan. Akar Masalah: Restrukturisasi Global dan Kelesuan Pasar. Keputusan penghentian produksi ini tidak lepas dari gejolak yang terjadi di perusahaan induk Neta, Hozon Auto, di Tiongkok.
Sejak tahun 2025, Hozon Auto tengah melakukan restrukturisasi internal besar-besaran untuk menyehatkan kondisi finansial perusahaan. Dampak dari efisiensi dan penataan ulang strategi global ini merembet hingga ke operasional di Indonesia. Selain faktor internal, performa penjualan Neta di Indonesia juga menjadi sorotan. Data penjualan menunjukkan angka yang kurang menggembirakan dibandingkan kompetitor EV asal Tiongkok lainnya seperti BYD atau Wuling. Penyerapan pasar yang lambat membuat stok unit di dealer dan pabrik tidak bergerak secepat yang diharapkan, memaksa perusahaan untuk mengerem laju produksi demi mencegah kerugian lebih besar akibat penumpukan inventaris. Situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemilik mobil Neta. Terlebih lagi, beberapa jaringan dealer resmi Neta dilaporkan telah tutup atau berganti manajemen.
Untuk mengatasi hal ini dan tetap menjamin layanan purna jual (after-sales), Neta Indonesia telah menunjuk mitra pihak ketiga. Layanan servis dan perawatan kini dialihkan ke bengkel umum rekanan seperti Otoklix yang memiliki jaringan luas, serta mitra spesialis seperti ANMA Mobil di Tangerang. Langkah ini diambil sebagai solusi jangka pendek untuk memastikan konsumen tidak terlantar di tengah ketidakpastian kapan jalur produksi di PT Handal Indonesia Motor akan diaktifkan kembali. Hingga saat ini, belum ada tanggal pasti kapan “tombol start” pabrik akan ditekan lagi, namun pihak HIM memastikan bahwa hubungan kerja sama dengan Neta masih terjalin meskipun dalam kondisi pasif.