Sports
Momen Comeback Ginting di Istora Berakhir Pahit Akibat Cedera Pinggang
Semarang (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Kabar mengejutkan dan kurang menyenangkan datang dari Istora Gelora Bung Karno pada ajang Indonesia Masters 2026. Pebulutangkis tunggal putra andalan tuan rumah, Anthony Sinisuka Ginting, secara resmi memutuskan untuk mengundurkan diri (walkover) dari kompetisi. Keputusan berat ini diambil tepat sebelum laga babak 16 besar melawan wakil Jason Teh yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 22 Januari 2026.
Kronologi Kejadian di Istora Antusiasme penonton yang menantikan aksi Ginting di lapangan harus berubah menjadi kekecewaan. Berdasarkan jadwal, Ginting seharusnya memasuki arena pertandingan sekitar pukul 14.30 WIB untuk memperebutkan tiket ke babak perempat final. Namun, hingga waktu yang ditentukan, atlet jebolan klub SGS PLN Bandung tersebut tak kunjung menampakkan diri di lapangan.
Situasi yang penuh tanda tanya akhirnya terjawab ketika panitia mengumumkan secara resmi bahwa Ginting tidak dapat melanjutkan pertandingan. Hal ini secara otomatis memberikan kemenangan walkover kepada Jason Teh tanpa harus memeras keringat.
Penjelasan Medis dan Kondisi Fisik Pelatih tunggal putra Indonesia, Indra Wijaya, memberikan klarifikasi mendetail mengenai alasan di balik mundurnya sang pemain. Indra mengungkapkan bahwa Ginting mengalami masalah serius pada bagian pinggangnya. Cedera ini dikategorikan sebagai kejadian yang tidak terduga atau di luar prediksi tim pelatih.
Menurut penuturan Indra, keputusan mundur ini diambil pada menit-menit akhir (last minute). Tim pelatih dan medis sebenarnya sempat mencoba menahan rasa sakit tersebut hingga sesi pemanasan terakhir. Namun, saat dicoba, tubuh Ginting memberikan sinyal bahwa ia tidak mampu bertanding.
Indra Wijaya menjelaskan spesifikasi cedera yang dialami anak asuhnya:
”Pinggangnya tidak bisa digunakan untuk gerakan memutar (rotasi). Untuk gerakan lari lurus atau bangun dari posisi duduk masih bisa dilakukan, namun rotasi tubuh sangat menyakitkan. Rasa sakit kali ini terasa di bagian pinggang ke atas, berbeda dengan keluhan sebelumnya yang berada di pinggang bawah.”
Keputusan untuk mundur akhirnya disepakati bersama setelah diskusi intens antara Ginting, pelatih, dan tim dokter demi mencegah risiko cedera yang lebih parah. Saat ini, Ginting sedang dalam tahap observasi intensif oleh dokter dan fisioterapis PBSI.
Rekam Jejak di Turnamen Ini Sangat disayangkan langkah Ginting harus terhenti, mengingat performanya di awal turnamen cukup menjanjikan. Ginting memulai perjuangannya dari babak kualifikasi dengan sangat baik. Ia berhasil menundukkan wakil Thailand, Kanthapon Wangcharoen, dengan skor telak dua gim langsung, 21-12 dan 21-7.
Tren positif tersebut berlanjut ke babak utama (32 besar), di mana Ginting berhasil mengatasi perlawanan sengit pemain asal Belgia, Julien Carraggi. Meski sempat kehilangan gim pertama, Ginting bangkit dan menang rubber game dengan skor 12-21, 21-15, dan 21-10. Kemenangan-kemenangan ini sempat melambungkan asa para penggemar bulu tangkis tanah air.
Momen Comeback yang Tertunda Indonesia Masters 2026 ini memiliki arti emosional yang mendalam bagi Ginting. Turnamen ini sejatinya merupakan panggung comeback atau kembalinya Ginting ke kompetisi kompetitif setelah absen cukup lama. Terakhir kali ia berlaga adalah pada French Open bulan Oktober 2025. Setelah itu, ia harus menepi panjang karena pemulihan cedera bahu.
Ironisnya, baru saja pulih dari cedera bahu dan mulai menemukan ritme permainan, kini ia harus kembali berhadapan dengan meja perawatan akibat cedera pinggang. Padahal, Ginting memiliki sejarah manis di turnamen ini dengan status sebagai juara dua kali, yakni pada edisi tahun 2018 dan 2020. Mundurnya Ginting tentu menjadi pukulan bagi skuad Merah Putih yang berharap ia bisa mengulang kejayaan tersebut di rumah sendiri.