International

Misteri Batu Al Naslaa: Keajaiban Geologi di Jantung Padang Pasir Arab

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari detik.com, Di tengah hamparan gurun pasir yang luas di Oasis Tayma, Arab Saudi, berdiri sebuah monumen alam yang telah memicu perdebatan sengit antara ilmuwan, sejarawan, hingga penggemar teori konspirasi selama puluhan tahun. Objek tersebut adalah Al Naslaa, sebuah formasi batu pasir raksasa yang tampak seolah-olah dibelah dengan presisi laser yang sempurna.

Keunikan Al Naslaa bukan hanya pada ukurannya yang masif, melainkan pada celah vertikal yang membagi batu tersebut menjadi dua bagian yang sejajar sempurna, dengan jarak hanya beberapa sentimeter di antaranya.

Fenomena Visual yang Menakjubkan

Secara visual, Al Naslaa menyuguhkan pemandangan yang melawan logika gravitasi. Dua bongkahan batu besar tersebut masing-masing berdiri di atas penyangga alami yang sangat kecil, memberikan kesan seolah-olah batu-batu tersebut sedang melayang atau berjinjit di atas permukaan tanah.

Celah yang membelah keduanya sangat lurus, halus, dan konsisten dari atas hingga ke bawah. Ketajaman potongannya sedemikian rupa sehingga sulit dipercaya bahwa fenomena ini terjadi murni karena proses alam tanpa campur tangan teknologi tingkat tinggi.


Penjelasan Ilmiah: Bagaimana Alam Membelahnya?

Meskipun terlihat seperti hasil karya teknologi modern, para ahli geologi memiliki beberapa teori yang berakar pada proses alami selama jutaan tahun:

  1. Aktivitas Tektonik (Jointing): Teori yang paling kuat menyatakan bahwa pembelahan ini disebabkan oleh pergerakan kecil pada lempeng bumi. Keretakan awal mungkin terjadi karena tekanan tektonik, yang kemudian menciptakan garis patahan yang sangat rapi. Karena struktur batu pasir yang berlapis-lapis, patahan tersebut bisa mengikuti garis lurus yang konsisten.
  2. Proses Pelapukan Freeze-Thaw: Pada zaman dahulu, sela-sela kecil pada batu mungkin terisi oleh air. Ketika suhu gurun turun drastis di malam hari, air tersebut membeku dan memuai, memberikan tekanan pada dinding batu. Proses yang berulang selama ribuan tahun ini bertindak seperti baji alami yang perlahan-lahan memperlebar retakan hingga terbelah sempurna.
  3. Erosi Angin dan Pasir: Gurun Tayma dikenal dengan badai pasirnya yang kuat. Angin kencang yang membawa butiran pasir tajam bisa bertindak seperti ampelas alami. Selama berabad-abad, angin yang bertiup melalui celah sempit tersebut mengikis permukaan batu hingga menjadi sangat halus dan rata.

Jejak Sejarah dan Petroglif Kuno

Al Naslaa bukan sekadar batu kosong. Di permukaannya, terdapat jejak arkeologis berupa petroglif atau seni pahat batu kuno. Gambar-gambar tersebut menampilkan sosok manusia, kuda, dan burung unta yang diperkirakan berasal dari ribuan tahun yang lalu.

Keberadaan pahatan ini membuktikan bahwa wilayah Tayma telah menjadi pusat pemukiman manusia purba dan jalur perdagangan penting di masa lalu. Hal ini memicu spekulasi lain: mungkinkah peradaban kuno yang memiliki alat canggih yang melakukan pembelahan tersebut? Namun, hingga saat ini, belum ada bukti arkeologis yang mendukung penggunaan alat mekanis untuk membelah batu sebesar Al Naslaa.

Teori Konspirasi: Laser dan Alien

Tentu saja, presisi yang luar biasa dari Al Naslaa menjadi santapan empuk bagi para penganut teori astronot kuno atau keberadaan alien. Banyak netizen dan penggemar misteri di media sosial berspekulasi bahwa batu ini adalah bukti penggunaan teknologi laser oleh makhluk luar angkasa atau peradaban hilang yang jauh lebih maju dari manusia modern. Walaupun menarik, teori ini dianggap tidak berdasar oleh komunitas ilmiah karena penjelasan geologis yang ada dianggap sudah cukup memadai untuk menjelaskan fenomena tersebut.

Kesimpulan: Harmoni Alam dan Waktu

Batu Al Naslaa tetap menjadi salah satu destinasi paling fotogenik dan misterius di dunia. Ia menjadi pengingat bahwa alam, dengan bantuan waktu selama jutaan tahun dan elemen-elemen sederhana seperti angin, air, dan tekanan bumi, mampu menciptakan karya seni yang bahkan melampaui imajinasi manusia.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version