Blog

Menjinakkan Si Jago Merah di Jantung Logistik: Kebakaran Kios Buah Pasar Induk Kramat Jati Berhasil Terkendali

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari news.detik.com Suasana hiruk-pikuk aktivitas perdagangan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, sempat berubah menjadi kepanikan pada Senin pagi ini. Salah satu pusat distribusi pangan terbesar di Ibu Kota tersebut dilanda musibah kebakaran yang menyasar area spesifik, yakni deretan kios buah-buahan. Beruntung, berkat respons cepat dari petugas pemadam kebakaran, insiden ini tidak meluas menjadi bencana besar dan situasi kini telah dinyatakan aman.

Titik Api dan Material Mudah Terbakar

Berdasarkan informasi yang dihimpun, titik mula api teridentifikasi berasal dari area lapak atau kios pedagang buah. Area ini dikenal cukup rentan karena banyaknya material yang mudah terbakar (combustible materials). Kios buah biasanya dipenuhi dengan tumpukan keranjang plastik, kardus-kardus pembungkus, jerami alas buah, hingga peti kayu. Kondisi ini membuat api memiliki potensi untuk membesar dengan cepat dan menghasilkan asap tebal yang membumbung tinggi, yang sempat terlihat oleh warga dan pengguna jalan di sekitar kawasan Jakarta Timur.

Meskipun api sempat berkobar dan menimbulkan kekhawatiran akan merembet ke blok pasar lainnya—mengingat padatnya kios di pasar induk—petugas di lapangan berhasil melokalisir area yang terbakar. Hal ini mencegah kerugian yang jauh lebih besar mengingat fungsi vital pasar ini sebagai penyuplai utama kebutuhan buah dan sayur bagi wilayah Jabodetabek.

Operasi Pemadaman dan Tahap Pendinginan

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur segera mengerahkan unit-unit mobil pemadam ke lokasi kejadian begitu menerima laporan. Strategi pemadaman dilakukan secara agresif untuk memutus lidah api agar tidak menyambar ke kios tetangga.

Dalam laporan terkini, pihak berwenang menegaskan bahwa api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Saat ini, petugas Damkar masih berada di lokasi untuk melakukan proses pendinginan (cooling down). Tahap ini sangat krusial dalam prosedur pemadaman kebakaran, terutama di area pasar yang padat. Pendinginan bertujuan untuk memastikan tidak ada lagi bara api yang tersembunyi di balik reruntuhan material bangunan atau tumpukan kardus yang dapat memicu penyalaan kembali (re-ignition) jika terkena angin. Asap putih yang tersisa menandakan bahwa suhu di lokasi sudah mulai turun dan situasi terkendali.

Dampak dan Penyelidikan Lanjutan

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai adanya korban jiwa atau luka-luka dalam insiden tersebut, yang merupakan kabar melegakan di tengah musibah ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan cukup signifikan bagi para pedagang yang kiosnya terdampak langsung. Kerugian tidak hanya berasal dari struktur bangunan yang hangus, tetapi juga dari stok buah-buahan yang rusak akibat panas api maupun yang tidak layak jual karena terkena air penyemprotan pemadam.

Pihak kepolisian setempat diharapkan segera memasang garis polisi (police line) di sekitar area terbakar guna kepentingan penyelidikan. Fokus utama investigasi selanjutnya adalah mencari tahu penyebab pasti kebakaran: apakah disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik (korsleting) yang kerap menjadi biang kerok kebakaran di pasar tradisional, kelalaian manusia, atau faktor teknis lainnya.

Kesimpulan

Kejadian ini kembali menjadi pengingat (alarm) pentingnya sistem proteksi kebakaran yang mumpuni di fasilitas publik sebesar Pasar Induk Kramat Jati. Ketersediaan hidran air yang berfungsi, akses jalan yang lebar untuk mobil Damkar, serta instalasi listrik yang tertata rapi adalah syarat mutlak untuk menjaga keamanan pusat ekonomi rakyat ini. Untuk saat ini, aktivitas di blok lain pasar dilaporkan tetap berjalan, memastikan pasokan logistik buah untuk Jakarta tidak terganggu secara total.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version