Lifestyle

Menjaga Vitalitas di Usia Emas: Tiga Suplemen Kunci untuk Usia 50 Tahun ke Atas

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari CNNIndonesia.com Seiring bertambahnya usia, terutama ketika memasuki dekade kelima kehidupan, kebutuhan nutrisi tubuh mengalami perubahan yang signifikan. Meskipun idealnya seluruh kebutuhan gizi dapat terpenuhi dari asupan makanan sehari-hari, realitasnya sering kali berbeda. Faktor penurunan kemampuan penyerapan tubuh atau keterbatasan akses terhadap variasi makanan bergizi membuat suplemen menjadi opsi yang patut dipertimbangkan. Berdasarkan wawasan dari ahli farmasi dan kesehatan, terdapat tiga jenis suplemen utama yang sangat direkomendasikan untuk menjaga kesehatan optimal bagi mereka yang berusia 50 tahun ke atas.

1. Kalsium: Fondasi Kekuatan Tulang

Kalsium menempati urutan pertama sebagai mineral vital yang kebutuhannya harus diperhatikan secara serius. Sejalan dengan proses penuaan, kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin dan mineral secara alami menurun. Ketika asupan kalsium dari luar kurang, tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang untuk menjalankan fungsi organ lainnya. Mekanisme ini, jika berlangsung terus-menerus, akan menyebabkan tulang menjadi rapuh dan lemah.

National Health Institute memberikan panduan dosis harian yang spesifik: wanita berusia 51 tahun ke atas disarankan mengonsumsi 1.200 mg per hari. Sementara itu, pria usia 51-70 tahun membutuhkan 1.000 mg, dan dosisnya meningkat menjadi 1.200 mg setelah usia 71 tahun. Penting untuk diingat bahwa suplemen hanyalah pelengkap. Sumber alami seperti susu, brokoli, kale, salmon, sarden, dan biji-bijian tetap harus menjadi prioritas utama. Selain itu, konsultasi dengan dokter sangat disarankan sebelum memulai suplementasi kalsium, terutama jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan lain, untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.

2. Vitamin D: Mitra Setia Kalsium

Vitamin D dan kalsium adalah pasangan tak terpisahkan. Kalsium tidak dapat diserap secara optimal oleh usus tanpa bantuan Vitamin D yang cukup. Lebih dari sekadar kesehatan tulang, Vitamin D juga berperan krusial dalam mendukung sistem saraf dan menjaga kesehatan jantung.

Meskipun sinar matahari adalah sumber alami terbaik, mengandalkannya sepenuhnya mungkin tidak lagi efektif bagi lansia. Hal ini disebabkan oleh penurunan kemampuan kulit dalam memproduksi Vitamin D seiring bertambahnya usia. Rekomendasi asupan harian adalah 600 IU (15 mcg) untuk usia 19-70 tahun, dan meningkat menjadi 800 IU (20 mcg) untuk usia di atas 71 tahun. Karena Vitamin D larut dalam lemak, penyerapannya akan jauh lebih maksimal jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan yang mengandung lemak sehat.

3. Vitamin B12: Penjaga Sistem Saraf dan Kognitif

Banyak orang mungkin belum menyadari betapa krusialnya peran Vitamin B12 bagi orang dewasa tua. Kekurangan vitamin ini dapat memicu dampak serius, mulai dari kerusakan saraf (neuropati), gangguan keseimbangan, hingga masalah psikologis seperti depresi dan kebingungan. Yang lebih mengkhawatirkan, defisiensi B12 sering kali dikaitkan dengan penurunan daya ingat dan gejala yang menyerupai demensia.

Orang dewasa disarankan untuk memenuhi kebutuhan setidaknya 2,4 mcg Vitamin B12 setiap harinya. Selain dari suplemen, sumber makanan hewani seperti daging, ikan, unggas, telur, susu, dan hati sapi merupakan lumbung alami Vitamin B12 yang sangat baik. Memastikan asupan yang cukup akan membantu menjaga ketajaman pikiran dan stabilitas sistem saraf di masa tua.

Kesimpulannya, memasuki usia 50 tahun bukanlah akhir dari vitalitas, melainkan fase baru di mana tubuh menuntut perhatian lebih spesifik. Kombinasi pola makan sehat, gaya hidup aktif, dan suplementasi yang bijak—khususnya Kalsium, Vitamin D, dan Vitamin B12—dapat menjadi strategi ampuh untuk menikmati masa tua yang sehat dan berkualitas.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version