Connect with us

Business

Mengubah Aset “Tidur” Menjadi Jembatan Digital, Strategi Optimalisasi Aset Negara demi Pemerataan Konektivitas

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari Tribunnews, Di tengah pesatnya laju transformasi global, Indonesia terus berupaya memperkuat fondasi digitalnya. Salah satu langkah strategis yang kini tengah menjadi fokus utama pemerintah adalah pemanfaatan aset-aset negara secara maksimal.

Melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), pemerintah tidak lagi membiarkan lahan atau bangunan milik negara terbengkalai begitu saja, melainkan mendorongnya sebagai tumpuan perluasan infrastruktur telekomunikasi di seluruh penjuru nusantara.

​Revitalisasi Peran Aset Negara

​Optimalisasi aset negara bukan sekadar soal menyewakan lahan, melainkan tentang menciptakan nilai tambah bagi masyarakat luas. Dengan memanfaatkan properti atau lahan yang dikelola oleh negara, pemerintah dapat memangkas biaya investasi pembangunan infrastruktur digital. Pemanfaatan ini mencakup pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS), penggelaran kabel serat optik, hingga penyediaan pusat data (data center).

​Strategi ini sangat krusial mengingat tantangan geografis Indonesia yang sangat luas dan berbentuk kepulauan. Dengan menggunakan aset-aset yang sudah ada di lokasi strategis, penyedia layanan telekomunikasi dapat lebih efisien dalam menjangkau wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit diakses atau secara komersial dianggap tidak menguntungkan.

​Mengikis Kesenjangan Digital di Wilayah Terpencil

​Fokus utama dari optimalisasi aset ini adalah mewujudkan pemerataan akses informasi. Selama ini, terdapat ketimpangan yang cukup signifikan antara akses digital di kota besar dengan wilayah pelosok atau daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Dengan adanya kolaborasi antara pengelolaan aset negara dan pembangunan infrastruktur digital, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang “buta” akan informasi hanya karena kendala geografis.

​Infrastruktur digital yang merata akan menjadi motor penggerak ekonomi baru. Masyarakat di daerah terpencil dapat mulai mengakses pasar digital, mendapatkan layanan pendidikan jarak jauh yang berkualitas, hingga memperoleh layanan kesehatan berbasis telemedis. Inilah yang menjadi esensi dari transformasi digital nasional: inklusivitas.

​Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektor

​Keberhasilan program ini bergantung pada sinergi yang kuat antara kementerian, lembaga, dan sektor swasta. LMAN berperan sebagai akselerator yang menjembatani kebutuhan lahan bagi para pengembang infrastruktur dengan ketersediaan aset milik negara. Model kerja sama ini sering kali diwujudkan melalui skema Pemanfaatan Kerja Sama (KSP) atau skema kreatif lainnya yang memberikan keuntungan finansial bagi negara sekaligus manfaat sosial bagi publik.

​Selain itu, keterlibatan pihak swasta dalam mengelola aset digital di atas lahan negara memastikan adanya transfer teknologi dan standar layanan yang tinggi. Hal ini menciptakan ekosistem digital yang kompetitif dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *