Education
Mengenali Jenis Pangan yang Membebani Fungsi Ginjal: Waspadai Asupan Tinggi Kalium dan Oksalat
Semarang (usmnews) – Dikutip cnbcindonesia.com Kesehatan ginjal merupakan pilar utama dalam menjaga keseimbangan ekosistem tubuh manusia. Sebagai organ penyaring, ginjal bertanggung jawab untuk membersihkan darah dari racun, membuang zat sisa metabolisme melalui urine, serta mengatur keseimbangan cairan dan kadar mineral. Namun, beban kerja ginjal sangat dipengaruhi oleh apa yang kita konsumsi. Banyak orang tidak menyadari bahwa beberapa makanan yang dianggap sehat secara umum justru bisa menjadi bumerang bagi fungsi ginjal, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan atau oleh individu dengan kondisi medis tertentu.
Setidaknya terdapat tujuh jenis makanan yang perlu diperhatikan karena kandungan mineralnya, seperti kalium yang tinggi, dapat memaksa ginjal bekerja lebih keras. Pertama adalah alpukat. Meski dikenal sebagai sumber lemak sehat yang baik untuk jantung, alpukat mengandung kalium dalam jumlah yang sangat signifikan. Bagi mereka yang fungsi ginjalnya mulai menurun, membuang kelebihan kalium ini menjadi tantangan berat yang berisiko memicu komplikasi jantung.
Kedua dan ketiga adalah pisang dan buah jeruk. Pisang sering kali menjadi camilan pilihan bagi atlet, namun satu buah sedang saja sudah mengandung lebih dari 400 mg kalium. Demikian pula dengan jeruk dan jusnya; meski kaya vitamin C, kadar kalium di dalamnya cukup tinggi sehingga penderita gangguan ginjal disarankan untuk beralih ke buah lain seperti nanas yang lebih rendah kalium.
Selanjutnya adalah kelompok sayuran umbi seperti kentang dan ubi jalar. Keduanya merupakan sumber karbohidrat kompleks yang populer, tetapi kandungan kaliumnya bisa melebihi 500 mg per porsi. Untuk menyiasatinya, teknik pengolahan seperti merendam atau merebus dengan air yang banyak dapat membantu melarutkan sebagian kadar mineral tersebut sebelum dikonsumsi.
Kelompok kelima adalah tomat. Buah yang sering digunakan dalam masakan ini memiliki kadar kalium tinggi yang bisa membebani penyaringan darah. Sebagai alternatif rasa, penggunaan paprika sering disarankan sebagai pengganti tomat dalam diet rendah kalium. Sementara itu, kelompok keenam mencakup buah kering seperti kurma dan kismis. Karena kadar airnya telah dihilangkan, konsentrasi nutrisi termasuk kalium menjadi sangat padat, sehingga sedikit saja dikonsumsi sudah memberikan asupan mineral yang besar bagi tubuh.
Terakhir adalah bayam dan sayuran hijau. Selain tinggi kalium, bayam mengandung oksalat yang cukup tinggi. Bagi individu tertentu, akumulasi oksalat ini dapat memicu terbentuknya batu ginjal yang dapat merusak jaringan organ secara permanen. Oleh karena itu, pengaturan porsi dan pemilihan jenis sayuran menjadi kunci penting dalam menjaga agar ginjal tidak bekerja melampaui kapasitasnya. Memahami profil nutrisi makanan adalah langkah awal yang krusial untuk mencegah kerusakan fungsi organ vital ini di masa depan.