Nasional

Menbud Fadli Zon Gaungkan Visi “Mega-Diversity”: Revitalisasi Kesultanan Ternate sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi dan Diplomasi Budaya

Published

on

​Jakarta (usmnews) – Dikutip dari detiknews.com Menteri Kebudayaan (Menbud) Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan kunjungan kerja strategis ke Provinsi Maluku Utara, sebuah wilayah yang dikenal sebagai salah satu pusat rempah dan peradaban tua di Nusantara. Agenda ini dimulai dengan lawatan ke Kota Ternate, tepatnya menuju Kedaton Kesultanan Ternate, sebuah simbol sejarah yang telah berdiri kokoh sejak abad ke-13.

Kehadiran Menbud disambut hangat melalui prosesi adat yang sakral oleh perangkat kesultanan (Bobato) dan tokoh masyarakat adat Moloku Kie Raha, lengkap dengan suguhan tarian tradisional sebagai bentuk penghormatan.​

Indonesia sebagai Negara “Mega-Diversity”​Dalam pidato sambutannya pada Kamis (27/11/2025), Fadli Zon menyoroti kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa. Ia menegaskan bahwa Indonesia bukan sekadar negara dengan keberagaman biasa, melainkan memiliki status mega-diversity.

Foto: bisnis.com

Kekayaan ini terbentang luas dari Sabang hingga Merauke, termasuk di tanah Maluku Utara yang mewarisi kebesaran empat kesultanan utama: Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan. Menurut Fadli, tradisi di wilayah ini masih terjaga dengan sangat baik dan menjadi aset tak ternilai bagi bangsa.​

Fadli menekankan bahwa pelestarian budaya adalah amanah kolektif. Namun, ia mengingatkan bahwa pelestarian saja tidak cukup; budaya harus dikembangkan dan dimanfaatkan.​”Budaya kita tidak hanya harus lestari, tetapi juga menjadi kekuatan pemersatu, unifying force, yang memperkokoh identitas dan jati diri bangsa,” tegas Fadli.

​Transformasi Budaya: Dari Identitas Menjadi “Engine of Growth”​Poin penting lain yang disampaikan Fadli adalah pergeseran paradigma dalam memandang kebudayaan. Ia mendorong agar kebudayaan tidak hanya dilihat sebagai warisan masa lalu, melainkan sebagai aset masa depan yang berfungsi sebagai engine of growth atau mesin pertumbuhan ekonomi. Kebudayaan adalah soft power yang memiliki nilai diplomasi tinggi dan nilai tambah ekonomi jika dikelola dengan benar.​

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian Kebudayaan kini memiliki Direktorat Jenderal khusus yang menangani diplomasi dan promosi budaya. Fadli mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menjalankan mandat Presiden untuk melakukan pendataan, rehabilitasi, dan renovasi terhadap keraton serta kesultanan di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah menjadikan keraton bukan sekadar bangunan tua, melainkan pusat peradaban Nusantara, ruang edukasi, dan etalase budaya yang hidup.​

Membangun Ekosistem Wisata di Ternate​Secara spesifik, Fadli melihat Kesultanan Ternate memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata budaya kelas dunia. Ia mendorong adanya kolaborasi antara kesultanan, pemerintah daerah, dan Balai Pelestarian Kebudayaan untuk melakukan aktivasi budaya. Hal ini bisa diwujudkan melalui festival rutin, pagelaran seni, hingga promosi kuliner khas.​

Foto: wonderful.ternatekota.go.id

Kunci keberhasilan ini, menurut Fadli, terletak pada pembangunan ekosistem dan manajemen tata kelola yang profesional.​”Kuncinya adalah membangun ekosistem. Bagaimana seluruh wilayah Kesultanan Ternate memiliki manajemen kebudayaan yang kuat sehingga berkembang menjadi wisata budaya yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.​

Peninjauan Museum dan Harapan Masa Depan​Menutup rangkaian kunjungannya, Fadli Zon menyempatkan diri meninjau Museum Sultan Iskandar Muhammad Djabir Sjah. Dalam tinjauannya, ia memberikan catatan penting mengenai perlunya penguatan tata kelola dan tata pamer museum. Fadli berharap museum tersebut dapat bertransformasi menjadi ruang yang lebih modern dan edukatif dalam menyampaikan narasi sejarah kepada generasi muda.​

Kunjungan ini didampingi oleh sejumlah pejabat terkait, termasuk Staf Khusus Menteri Bidang Protokol Rachmanda Primayudha, Direktur Sejarah dan Permuseuman Agus Mulyana, serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXI Maluku Utara, Winarto, yang menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam bersinergi membangun kebudayaan di daerah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version