Sports

Menanti Aksi Habis-Habisan Skuad Garuda: Optimisme dan Kewaspadaan Jelang Piala Asia Futsal 2026

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari sindonews.com Atmosfer kompetisi futsal tertinggi di benua Asia mulai terasa hangat. Tim Nasional Futsal Indonesia, di bawah asuhan juru taktik Hector Souto, menyatakan kesiapan penuh mereka untuk terjun ke gelanggang Piala Asia Futsal (AFC Futsal Asian Cup) 2026. Sebagai tuan rumah, Indonesia memikul harapan besar publik, namun Souto memilih pendekatan yang realistis namun tegas. Pelatih asing tersebut menolak untuk memberikan janji-janji manis terkait hasil akhir atau trofi semata. Sebaliknya, ia menjaminkan satu hal yang pasti: Samuel Eko dan seluruh penggawa Skuad Garuda akan bertarung mati-matian, mengerahkan seluruh tenaga dan keringat demi kehormatan logo Garuda di dada pada setiap detik pertandingan.

Indonesia mendapatkan kehormatan besar sebagai penyelenggara turnamen bergengsi yang dijadwalkan berlangsung mulai 27 Januari hingga 7 Februari 2026 mendatang. Dua arena megah, yakni Indonesia Arena dan Jakarta Velodrome, telah disiapkan sebagai saksi bisu perjuangan tim-tim terbaik Asia. Keuntungan bermain di rumah sendiri tentu menjadi suntikan moral tersendiri bagi Timnas Indonesia yang tergabung dalam Grup A. Grup ini terbilang cukup kompetitif karena dihuni oleh tim-tim kuat seperti Irak, Kirgizstan, dan Korea Selatan. Perjalanan Timnas Indonesia akan dimulai dengan laga pembuka yang krusial melawan Korea Selatan pada Selasa, 27 Januari 2026, di Indonesia Arena. Hector Souto menegaskan bahwa seluruh aspek persiapan, mulai dari fisik, taktik, hingga mental, telah digembleng secara maksimal.

Ia pun menyerukan panggilan terbuka kepada seluruh pecinta futsal di Tanah Air untuk memadati arena pertandingan. Menurutnya, kehadiran suporter secara langsung bukan sekadar penonton, melainkan sumber energi tambahan yang mampu mengintimidasi lawan dan membakar semangat juang para pemain. Rekor Manis vs Ancaman Balas Dendam. Menjelang laga perdana kontra Korea Selatan, statistik sejarah sebenarnya berpihak pada Indonesia. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2021-2026), Skuad Garuda memiliki rekor pertemuan yang impresif saat bersua tim Negeri Ginseng tersebut. Dua kemenangan meyakinkan berhasil dikantongi, yakni skor telak 6-2 saat berlaga di Yogyakarta pada tahun 2022, serta kemenangan 3-0 tanpa balas dalam ajang CFA International di China pada tahun 2025 lalu. Kendati demikian, Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Sianipar, mengeluarkan peringatan keras agar tim tidak terlena oleh catatan di atas kertas.

Michael mengingatkan bahwa Korea Selatan—yang dijuluki Taeguk Warriors—dikenal memiliki mentalitas petarung yang sangat tangguh dan pantang menyerah sebelum peluit akhir berbunyi. Kemenangan Indonesia atas Korea Selatan di China tahun lalu justru dinilai menjadi motivasi ganda bagi lawan. Korea Selatan datang ke Jakarta bukan untuk sekadar berpartisipasi atau jalan-jalan, melainkan membawa misi balas dendam (revans) untuk menebus kekalahan mereka sebelumnya. Oleh karena itu, Michael Sianipar menekankan bahwa dukungan masif dari suporter Garuda di tribun akan menjadi senjata terbesar untuk meredam ambisi lawan dan mengamankan poin penuh di laga pembuka yang sangat menentukan langkah Indonesia selanjutnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version