Lifestyle

Memahami dan Mengatasi Post-Holiday Blues: Panduan Transisi Mental

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari SINDOnews, Fenomena Post-Holiday Blues bukanlah sebuah gangguan klinis, melainkan respons emosional berupa rasa sedih, cemas, atau kelesuan yang muncul ketika seseorang harus meninggalkan momen kebahagiaan dan kembali ke realitas sehari-hari. Perasaan ini muncul karena adanya penurunan drastis hormon dopamin (hormon kesenangan) yang melonjak selama liburan.

Untuk membantu Anda kembali “on track” tanpa merasa terbebani, berikut adalah langkah-langkah strategis yang bisa dilakukan:

1. Adaptasi Bertahap: Jangan Memaksa Produktivitas Maksimal

Salah satu pemicu stres terbesar di hari pertama kerja adalah tumpukan pekerjaan atau email yang menggunung. Strategi terbaik adalah memberikan ruang transisi bagi diri sendiri. Jangan mencoba menyelesaikan semua tugas dalam satu hari. Buatlah daftar prioritas (to-do list) dan fokuslah pada tugas-tugas kecil yang mudah diselesaikan terlebih dahulu. Dengan menyelesaikan hal-hal kecil, Anda akan mendapatkan rasa pencapaian yang membantu membangun momentum kerja secara alami.

2. Mengatur Ulang Pola Hidup Sehat

Selama liburan, pola makan dan jam tidur biasanya menjadi berantakan. Mengonsumsi makanan tinggi gula atau alkohol serta terjaga hingga larut malam dapat memperburuk kondisi mental pasca-libur. Segeralah kembali ke pola tidur yang teratur dan konsumsi makanan bergizi. Tidur yang cukup selama 7-8 jam sangat krusial untuk membantu otak memproses stres dan memulihkan energi fisik yang terkuras selama perjalanan liburan.

3. Koneksi Sosial dan Berbagi Pengalaman

Menyendiri dan meratapi berakhirnya liburan hanya akan memperpanjang rasa sedih. Sebaliknya, cobalah untuk berinteraksi dengan rekan kerja atau teman. Berbagi cerita lucu atau memperlihatkan foto liburan bukan sekadar basa-basi, melainkan cara untuk memproses emosi positif yang Anda rasakan. Mengetahui bahwa orang lain juga merasakan hal yang sama (merasa malas kembali bekerja) dapat memberikan kenyamanan emosional bahwa Anda tidak sendirian.

4. Aktivitas Fisik Ringan untuk Memicu Endorfin

Olahraga adalah cara tercepat untuk memperbaiki suasana hati secara biologis. Anda tidak perlu langsung melakukan latihan berat; cukup dengan jalan santai di pagi hari atau melakukan peregangan selama 15 menit. Aktivitas fisik memicu pelepasan endorfin, senyawa kimia di otak yang bertindak sebagai penghilang stres alami dan peningkat mood. Ini akan membantu mengusir rasa malas dan lesu yang menyelimuti pikiran Anda.

5. Merencanakan “Target” Menyenangkan Berikutnya

Secara psikologis, manusia merasa lebih bahagia ketika memiliki sesuatu yang dinanti-nantikan (antisipasi). Untuk mengobati kekosongan setelah libur panjang, cobalah untuk merencanakan aktivitas kecil di akhir pekan mendatang. Tidak harus liburan besar; sekadar mencoba kafe baru, menonton film di bioskop, atau merencanakan piknik singkat bisa menjadi stimulan mental agar Anda memiliki motivasi untuk melewati minggu kerja ini dengan semangat.


Kesimpulan Merasa tidak bersemangat di hari pertama masuk kerja (seperti hari Senin ini) adalah hal yang sangat manusiawi. Kuncinya adalah bersikap lembut pada diri sendiri dan menyadari bahwa perasaan ini hanya bersifat sementara. Dengan melakukan penyesuaian gaya hidup dan menjaga perspektif positif, Anda akan segera menemukan ritme kerja yang produktif kembali.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version