Education
Manusia Ditelan Ikan Paus: Mitos atau Fakta Ilmiah?
Semarang (usmnews) – Kita sering mendengar kisah tentang manusia ditelan ikan paus dalam berbagai dongeng. Cerita Nabi Yunus menjadi salah satu contoh paling populer di masyarakat. Namun, banyak orang meragukan kebenaran biologis dari peristiwa tersebut. Apakah kejadian ini benar-benar bisa terjadi di dunia nyata?
Melansir laporan dari MSN Berita, peristiwa langka ini ternyata menimpa Michael Packard. Penyelam lobster ini mengalami kejadian mengerikan pada tahun 2021 di Cape Cod. Tiba-tiba, seekor paus bungkuk melahap tubuhnya saat ia sedang menyelam. Akibatnya, Packard merasakan kegelapan total selama 30 hingga 40 detik di dalam mulut raksasa itu.
Fakta Ilmiah Tenggorokan Paus
Untungnya, paus tersebut memuntahkan Packard kembali ke permukaan. Packard berhasil selamat dan hanya menderita luka ringan pada lututnya. Selanjutnya, ahli biologi Nicola Hodgins menjelaskan alasan keselamatan Packard. Rupanya, paus bungkuk memiliki ukuran tenggorokan yang sangat kecil.
“Tenggorokan mereka hanya seukuran kepalan tangan manusia. Oleh sebab itu, mereka tidak bisa menelan manusia bulat-bulat,” jelas Hodgins dalam laporan tersebut.
Hewan raksasa ini hanya memakan mangsa kecil seperti krill. Jadi, mustahil bagi paus bungkuk untuk melakukan aksi manusia ditelan ikan paus hingga masuk ke perut. Mereka tidak memiliki anatomi tubuh untuk mencerna mamalia besar.
Bagaimana dengan Paus Sperma?
Di sisi lain, paus sperma memiliki kemampuan berbeda. Spesies ini memiliki tenggorokan yang cukup besar untuk menelan manusia. Akan tetapi, pertemuan antara manusia dan paus sperma sangat jarang terjadi. Pasalnya, paus jenis ini hidup di laut yang sangat dalam, sekitar lebih dari 3.000 kaki.
Manusia tidak mungkin menyelam sedalam itu tanpa peralatan khusus. Oleh karena itu, risiko serangan paus sperma terhadap manusia hampir nol persen. Lagipula, paus sperma lebih suka memburu cumi-cumi raksasa di kedalaman samudera.
Kesimpulannya, cerita manusia ditelan ikan paus bungkuk hanyalah mitos belaka. Kejadian Michael Packard murni merupakan kecelakaan. Ia hanya “terperangkap” di mulut, bukan masuk ke perut. Sehingga, kita tidak perlu takut berenang di laut karena paus bukanlah predator manusia.
Baca Juga: Fakta Gagak Paruh Tebal: Burung Raksasa yang Mengintimidasi