Lifestyle
6 Makanan Pemicu Diabetes Selain Gula
Semarang (usmnews) – Banyak penderita diabetes merasa aman hanya dengan menghindari gula atau minuman manis. Akan tetapi, anggapan ini sebenarnya kurang tepat. Faktanya, musuh terbesar seringkali bersembunyi dalam makanan gurih sehari-hari. Pasalnya, beberapa makanan tersebut memiliki Indeks Glikemik (IG) yang sangat tinggi. Akibatnya, tubuh mengubah makanan ini menjadi gula darah dalam waktu singkat.
Oleh karena itu, Anda wajib mewaspadai 6 jenis makanan berikut ini agar gula darah tetap terkontrol.
1. Nasi Putih
Pertama, kita harus membahas nasi putih. Makanan pokok ini telah kehilangan lapisan kulit ari atau serat saat proses penggilingan. Sehingga, tubuh kita menyerap patinya dengan sangat cepat. Dampaknya, lonjakan gula darah terjadi seketika setelah makan. Sebagai solusinya, Anda bisa mulai mengganti nasi putih dengan nasi merah atau shirataki yang kaya serat.
2. Roti Tawar Putih
Selanjutnya, roti tawar putih. Pabrik membuat roti ini menggunakan tepung terigu olahan yang minim nutrisi. Artinya, sistem pencernaan kita memprosesnya hampir secepat gula pasir murni. Bahkan, efeknya bisa lebih buruk daripada sekadar makan permen. Jadi, sebaiknya Anda memilih roti gandum utuh (whole wheat) untuk menjaga stabilitas energi.
3. Kentang Tumbuk (Mashed Potato)
Berikutnya adalah kentang. Meskipun kentang termasuk sayuran, cara kita memasaknya sangat menentukan dampaknya. Misalnya, saat kita melumatkan kentang menjadi mashed potato, struktur patinya berubah. Hal ini membuat tubuh lebih mudah mencernanya menjadi glukosa. Sebaliknya, cobalah merebus kentang utuh bersama kulitnya agar seratnya tetap terjaga.
4. Buah Kering
Selain itu, perhatikan juga konsumsi buah kering seperti kismis atau kurma. Proses pengeringan membuang seluruh kadar air dalam buah. Konsekuensinya, kandungan gula alami menjadi sangat padat dan terkonsentrasi. Oleh sebab itu, Anda harus sangat berhati-hati mengatur porsinya agar tidak berlebihan.
5. Sereal Sarapan Instan
Kemudian, waspadai sereal instan. Kita sering tertipu oleh kemasan yang menjanjikan kesehatan. Kenyataannya, produsen sering menambahkan gula atau pemanis buatan dalam jumlah besar. Alhasil, sereal ini hanya memberikan lonjakan energi sesaat yang kemudian anjlok drastis (sugar crash).
6. Jus Buah Tanpa Ampas
Terakhir, jus buah. Walaupun berasal dari buah asli, jus tanpa ampas tak ubahnya air gula fruktosa. Tanpa adanya serat untuk memperlambat penyerapan, jus buah bisa menaikkan gula darah secepat soda. Saran terbaiknya, makanlah buah potong segar secara langsung untuk mendapatkan manfaat utuh.
Kesimpulan
Pada intinya, mengelola diabetes bukan sekadar memusuhi gula pasir. Anda juga perlu cerdas memilih sumber karbohidrat yang masuk ke tubuh. Dengan demikian, Anda bisa menjaga kesehatan jangka panjang secara lebih efektif.