Tech
Lini Baru Xpeng Hadir, Nasib Model Lama Dipastikan Tanpa “Cuci Gudang”
Semarang (usmnews) – Pabrikan otomotif Xpeng melalui agen pemegang mereknya di Indonesia baru-baru ini secara resmi memperkenalkan dua lini kendaraan listrik terbarunya, yakni varian X9 facelift dan G6 AWD Performance. Kehadiran amunisi baru di pasar otomotif Tanah Air ini tentu saja memantik rasa penasaran di kalangan konsumen maupun pengamat industri.Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul ketika sebuah merek merilis model penyegaran adalah mengenai nasib model atau unit generasi sebelumnya. Publik lazimnya berharap akan ada fenomena “cuci gudang” atau pemberian potongan harga besar-besaran untuk menghabiskan sisa stok lama. Namun, rupanya strategi konvensional tersebut tidak diadopsi oleh pihak Xpeng Indonesia. Menanggapi antisipasi publik terkait potensi penurunan harga, Vice President Marketing Xpeng Indonesia, Hari Arifianto, memberikan penjelasan yang sangat lugas.
Saat dijumpai oleh awak media di kawasan Jakarta Pusat pada hari Jumat (26/6/2026), Hari mengonfirmasi bahwa unit untuk model sebelum rilis terbaru memang masih tersedia di diler. Akan tetapi, kuantitas atau jumlah unit yang tersisa sudah amat terbatas. Oleh karena itu, perusahaan merasa tidak memiliki urgensi untuk memberlakukan program pemotongan harga secara masif. “Saat ini stoknya mungkin masih ada, tetapi jumlahnya sudah tidak banyak. Sepertinya kami tidak akan terlalu berfokus pada pemberian diskon. Seperti yang saya sebutkan di awal, kondisi stok kami saat ini tergolong sangat sehat. Kalau situasinya sehat, untuk apa kita harus memaksakan pemberian diskon?” papar Hari menjelaskan situasi internal perusahaannya.
Kondisi inventaris yang sangat terkendali ini membuat Xpeng merasa tidak perlu ikut-ikutan menerapkan taktik obral demi mengosongkan gudang, sebuah langkah yang lumrah dilakukan pabrikan lain saat transisi generasi mobil. Lebih jauh lagi, Hari memaparkan filosofi penjualan yang dianut oleh Xpeng sejak awal merambah pasar domestik. Merek ini secara prinsip tidak ingin menjadikan iming-iming potongan harga sebagai daya tarik primer dalam memikat hati calon konsumen. Menurut pandangan Hari, proses pengambilan keputusan dalam membeli sebuah mobil idealnya didasari oleh kebutuhan esensial dan kecocokan karakter produk, bukan semata-mata karena tergiur oleh harga yang sedang dipangkas.
“Kami sangat berharap pelanggan menjatuhkan pilihan pada kendaraan kami bukan lantaran adanya diskon. Potongan harga itu ibarat cherry on the cake (hiasan pemanis) yang sekadar memberikan nilai kepantasan ekstra. Fokus utama kami tetap pada seberapa cocok selera atau taste kendaraan yang dicari oleh pelanggan dengan apa yang kami tawarkan,” tambahnya menganalogikan. Pendekatan yang secara tegas mengesampingkan perang harga ini sejatinya berjalan beriringan dengan visi besar Xpeng Indonesia. Perusahaan ingin membangun dan mengukuhkan citra merek (brand image) yang konsisten mengedepankan inovasi teknologi mutakhir serta menyajikan pengalaman berkendara yang superior.
Terjebak dalam persaingan diskon dinilai hanya akan menurunkan nilai eksklusivitas merek di mata masyarakat.Strategi ini dianggap sebagai langkah krusial dalam memposisikan Xpeng di segmen kendaraan listrik berkelas premium di Indonesia. Sebagai konklusi, meskipun atensi publik kini tengah tersedot pada pesona X9 facelift dan G6 AWD Performance, Xpeng memberikan garansi bahwa sisa stok model lama akan tetap diniagakan dengan skema harga normal. Selama volume persediaan masih berada dalam batas yang wajar dan perputarannya sehat, konsumen tidak akan melihat adanya program banting harga yang radikal dari merek otomotif tersebut.