Entertainment

Lima rekomendasi film horor bergenre found footage yang memiliki tingkat kengerian setara dengan The Blair Witch Project.

Published

on

Semarang (usmnews) dikutip dari cnnindonesia.com Genre horor selalu memiliki tempat spesial di hati para penikmat film, dan salah satu sub-genre yang paling efektif dalam membangun ketakutan psikologis adalah found footage. Sub-genre ini menawarkan pengalaman sinematik yang unik dengan menempatkan penonton langsung dari sudut pandang karakter melalui teknik kamera Point of View (POV) atau First Person Shot.

Premis dasarnya biasanya melibatkan penemuan rekaman video “amatir” dari karakter yang mengalami kejadian tragis atau misterius. Film legendaris The Blair Witch Project (1999) sering dianggap sebagai pionir yang mempopulerkan format ini ke seluruh dunia, memicu gelombang sineas di era 2000-an untuk mengeksplorasi ketakutan melalui lensa kamera yang bergoyang dan tidak stabil.

Namun, dunia found footage tidak berhenti pada legenda penyihir Blair saja. Ada banyak permata tersembunyi maupun film box office lainnya yang menawarkan teror tak kalah intens, mulai dari gaya dokumenter medis, laporan jurnalisme investigasi, hingga rekaman CCTV rumah tangga.

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai 5 film horor found footage yang wajib masuk dalam daftar tontonan Anda karena tingkat keseramannya yang mampu bersaing dengan sang pionir:

  1. Paranormal Activity (2007)
    Film ini membuktikan bahwa anggaran minim bisa menghasilkan ketakutan maksimal. Cerita berpusat pada pasangan muda, Katie dan Micah, yang baru saja pindah ke rumah impian mereka. Namun, kebahagiaan mereka terganggu oleh kehadiran entitas tak kasat mata.

Berbeda dengan film horor konvensional, Paranormal Activity menggunakan pendekatan kamera statis (seperti CCTV) yang dipasang Micah di kamar tidur mereka untuk merekam kejadian saat mereka terlelap. Ketegangan tidak dibangun lewat hantu yang tiba-tiba muncul, melainkan melalui “teror sunyi”: suara dentuman misterius, pintu yang berayun sendiri, selimut yang ditarik, hingga bayangan samar. Akting yang sangat natural dan pengaturan latar yang sederhana membuat penonton merasa seperti sedang mengintip rekaman asli dari sebuah tragedi nyata, menjadikan setiap detiknya terasa mencekam.

  1. The Sacrament (2013)
    Jika Anda menyukai horor yang berbasis pada realitas sekte sesat, film ini adalah pilihan tepat. Terinspirasi dari tragedi nyata Jonestown, film ini mengikuti dua jurnalis, Sam dan Jake, yang mendokumentasikan perjalanan rekan mereka, Patrick, untuk mencari saudarinya, Caroline, yang bergabung dengan komunitas tertutup bernama “Eden Parish”.

Awalnya, komunitas ini tampak seperti utopia: tempat tinggal yang damai, warga yang rukun, dan kehidupan yang harmonis di bawah bimbingan pemimpin karismatik yang dipanggil “Father”. Namun, gaya dokumenter yang digunakan perlahan mengupas lapisan kebahagiaan palsu tersebut. Ketika wawancara semakin dalam, terungkaplah manipulasi psikologis dan kegilaan yang mengintai, mengubah liputan jurnalisme menjadi rekaman perjuangan hidup dan mati yang mengerikan.

  1. The Taking of Deborah Logan (2014)
    Film ini adalah contoh brilian bagaimana horor supranatural bisa dilebur dengan drama medis. Disutradarai oleh Adam Robitel, kisah bermula dari proyek dokumenter mahasiswa bernama Mia yang ingin merekam kehidupan penderita Alzheimer, Deborah Logan, dan putrinya.

Pada paruh awal, penonton disuguhi potret sedih dan realistis tentang dampak penyakit Alzheimer. Namun, situasi berubah drastis ketika perilaku Deborah menjadi semakin agresif dan tidak masuk akal secara medis. Perubahan fisik yang mengerikan dan tindakan di luar nalar manusia—seperti melompat ke tempat tinggi atau berbicara dalam bahasa asing dengan suara parau—menandakan bahwa tubuh rapuh Deborah sedang “diambil alih” oleh sesuatu yang jauh lebih jahat daripada sekadar penyakit. Transformasi Deborah dalam film ini dianggap sebagai salah satu yang paling menyeramkan di genre found footage.

  1. As Above, So Below (2014)
    Menggabungkan sejarah, arkeologi, dan klaustrofobia, film karya John Erick Dowdle ini membawa penonton masuk ke perut kota Paris. Scarlett Marlowe, seorang arkeolog pemberani, berambisi melanjutkan misi mendiang ayahnya untuk menemukan Philosopher’s Stone, sebuah artefak alkimia legendaris yang konon memberikan keabadian.

Bersama sahabatnya, George, dan tim penunjuk jalan, mereka nekat memasuki area terlarang di Katakomba Paris—kuburan massal bawah tanah yang berisi jutaan tulang belulang. Format found footage di sini sangat efektif menggambarkan sempitnya lorong bawah tanah yang gelap. Semakin dalam mereka masuk, hukum fisika dan logika mulai runtuh. Mereka tidak hanya tersesat secara fisik, tetapi juga diteror oleh manifestasi dosa dan trauma masa lalu mereka masing-masing, seolah-olah mereka sedang berjalan memasuki neraka itu sendiri.

  1. The Visit (2015)
    Sutradara M. Night Shyamalan kembali ke akarnya dengan film yang unik ini. Premisnya sederhana: dua kakak beradik, Becca dan Tyler, dikirim ibunya untuk menghabiskan waktu bersama kakek dan nenek mereka yang belum pernah mereka temui sebelumnya di sebuah peternakan terpencil.

Becca, yang bercita-cita menjadi pembuat film, memutuskan untuk mendokumentasikan perjalanan ini sebagai hadiah untuk ibunya. Awal pertemuan dengan kakek dan nenek berjalan manis dan normal. Namun, aturan aneh mulai diterapkan, seperti larangan keluar kamar setelah jam 9:30 malam. Kamera anak-anak ini kemudian menangkap perilaku ganjil sang nenek di malam hari yang jauh dari kata normal. Film ini dengan cerdas mencampurkan momen canggung yang lucu dengan teror psikologis yang membuat bulu kuduk berdiri, terutama saat rahasia sang kakek dan nenek perlahan terungkap

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version