Nasional
Langkah Strategis KAI: Mudik Aman, Dompet Nyaman
Semarang (usmnews) – Dikutip dari nasional.kompas.com Peluncuran layanan “Ekonomi Kerakyatan” ini bukan sekadar strategi bisnis, melainkan sebuah respons terhadap tingginya animo masyarakat untuk pulang ke kampung halaman dengan biaya yang tetap rasional. Pada Selasa (24/02/2026), KAI secara resmi mengumumkan bahwa tiket untuk kelas khusus ini sudah mulai tersedia di berbagai kanal penjualan.
1. Mengedepankan Konsep Afordabilitas
Istilah “Kerakyatan” yang diusung bukan tanpa alasan. Fokus utama dari program ini adalah menyediakan tarif yang lebih terjangkau dibandingkan kelas ekonomi komersial biasa, namun tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kenyamanan. KAI memahami bahwa inflasi dan dinamika ekonomi seringkali menjadi penghalang bagi masyarakat untuk merayakan hari raya bersama keluarga. Dengan adanya kereta ini, diharapkan beban finansial pemudik dapat berkurang secara signifikan.
2. Standar Fasilitas yang Tetap Mumpuni
Meskipun menyandang nama “Ekonomi Kerakyatan,” jangan bayangkan kursi tegak lurus yang membuat punggung pegal. KAI berkomitmen untuk tetap menggunakan rangkaian kereta yang telah mengalami pembaruan (New Generation). Beberapa fitur yang tetap dipertahankan meliputi:
• Pendingin Ruangan (AC) yang berfungsi optimal sepanjang perjalanan.
• Kursi Ergonomis yang lebih nyaman dibandingkan kelas ekonomi lama.
• Fasilitas Pengisian Daya di setiap tempat duduk.
• Kebersihan Toilet dan Kereta Makan yang terjaga secara berkala.
3. Distribusi Tiket dan Rute Prioritas
Penjualan tiket yang dimulai per hari ini mencakup rute-rute gemuk yang selalu menjadi primadona setiap musim mudik, seperti koridor Jakarta menuju Semarang, Yogyakarta, hingga Surabaya. KAI mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemesanan melalui aplikasi KAI Access atau mitra penjualan resmi lainnya agar tidak terjebak dalam praktik percaloan atau kehabisan kuota.
Dukungan Terhadap Arus Mudik 2026
Direksi KAI menyatakan bahwa penambahan kapasitas melalui Kereta Ekonomi Kerakyatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pemerintah dalam mengelola kemacetan di jalan raya. Dengan mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke moda transportasi kereta api, risiko kecelakaan dapat ditekan dan efisiensi waktu perjalanan dapat ditingkatkan.
Selain itu, KAI juga telah menyiapkan skema manajemen massa di stasiun-stasiun besar untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Pengaturan boarding yang lebih sistematis dan penambahan personel keamanan di lapangan menjadi prioritas utama untuk memastikan pengalaman mudik yang berkesan dan tanpa kendala berarti.