Business
Laju Ekspansi Fore Coffee: Realisasi Dana IPO Capai 30,20 Persen untuk Perluas Jaringan Outlet

Semarang (usmnews) – Dikutip dari idxchannel.com, PT Fore Kopi Indonesia Tbk, yang melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham FORE, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem kopi di tanah air. Berdasarkan laporan terbaru yang dirilis melalui keterbukaan informasi, perusahaan rintisan yang kini telah bertransformasi menjadi emiten publik ini melaporkan bahwa mereka telah merealisasikan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar Rp101,84 miliar hingga posisi 31 Desember 2025.
Angka realisasi tersebut setara dengan 30,20 persen dari total dana bersih yang dihimpun perusahaan saat melakukan aksi korporasi IPO pada April 2025 lalu. Sebagaimana diketahui, Fore Coffee berhasil mengantongi dana segar sekitar Rp337 miliar hingga Rp353 miliar dari publik setelah sahamnya mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga lebih dari 200 kali. Hal ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap model bisnis kopi lokal yang mengedepankan teknologi dan efisiensi.
Fokus Utama: Ekspansi Outlet dan Jangkauan Nasional
Alokasi dana yang telah digunakan tersebut paling banyak diserap untuk agenda ekspansi jaringan gerai kopi. Langkah strategis ini sejalan dengan visi perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke wilayah-wilayah potensial di luar Jabodetabek. Fore menargetkan pembangunan sebanyak 140 outlet baru dalam kurun waktu dua tahun (2025-2026).
Secara teknis, pengembangan outlet ini dibagi ke dalam tiga format utama untuk menyesuaikan dengan karakteristik lokasi dan kebutuhan konsumen:
- Outlet Flagship (10%): Gerai berukuran besar dengan pengalaman pelanggan yang lebih premium.
- Outlet Medium (80%): Fokus pada area ritel dan perkantoran dengan mobilitas tinggi.
- Outlet Satellite (10%): Gerai yang lebih kompak dan efisien, biasanya berfokus pada layanan pesan antar (delivery) dan grab-and-go.

Hingga saat ini, sebaran gerai baru tersebut direncanakan mencakup berbagai wilayah strategis di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali. Dengan memperkuat kehadiran fisik, Fore ingin memastikan produk kopi berkualitas mereka tetap menjadi pilihan utama masyarakat di tengah ketatnya persaingan industri F&B.
Inovasi dan Diversifikasi Bisnis
Selain pembangunan gerai fisik, dana IPO juga dialokasikan untuk memperkuat modal kerja dan mendukung inovasi produk. Salah satu langkah diversifikasi yang menarik perhatian adalah pengembangan lini bisnis melalui entitas anak, PT Cipta Favorit Indonesia (CFI), yang fokus pada penjualan donat (Fore Donut). Strategi ekspansi vertikal ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi ekosistem Fore Coffee secara keseluruhan.
CEO Fore Coffee, Vico Lomar, sebelumnya juga menegaskan bahwa perusahaan akan terus fokus pada fundamental bisnis yang sehat. Di tengah dinamika pasar global, Fore tetap optimistis karena mengandalkan kekuatan produk lokal dan loyalitas konsumen di dalam negeri.
Dengan realisasi dana yang sudah mencapai 30 persen ini, manajemen diprediksi akan semakin agresif di paruh pertama tahun 2026 untuk menyelesaikan target pembangunan sisa gerai yang telah direncanakan sebelumnya dalam prospektus.
Langkah berani Fore Coffee ini tidak hanya mempertegas posisi mereka sebagai pemimpin di segmen kopi premium affordable, tetapi juga menjadi pembuktian bahwa startup lokal mampu tumbuh secara berkelanjutan melalui jalur pasar modal.







