Lifestyle
Kontroversi Hiburan Dangdut Erotis di Tengah Peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi
Semarang (usmnews) – Dikutip dari okezone.com, Sebuah peristiwa yang memicu perdebatan hangat di jagat maya terjadi dalam sebuah acara keagamaan di Jawa Timur. Peringatan hari besar Islam, Isra Mikraj, yang seharusnya berlangsung dengan khidmat dan penuh nuansa spiritual, justru tercoreng oleh hadirnya hiburan yang dinilai tidak pantas.
Kejadian ini berlangsung di wilayah Songgon, Kabupaten Banyuwangi, dan mendadak menjadi perbincangan luas setelah rekaman videonya tersebar di berbagai platform media sosial pada pertengahan Januari 2026.
Inti dari kontroversi ini adalah kemunculan seorang penyanyi dangdut atau biduan di atas panggung yang mengenakan atribut bertuliskan peringatan Isra Mikraj. Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @pesonabwi, terlihat sang biduan tampil dengan pakaian yang cukup terbuka dan melakukan gerakan tari atau “goyangan” yang dianggap sangat erotis.
Aksi panggung tersebut dinilai sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai kesucian dan kemuliaan peristiwa Isra Mikraj yang sedang diperingati oleh masyarakat setempat.
Situasi di lokasi acara menambah ironi dari kejadian tersebut. Dalam potongan klip video tersebut, tampak sejumlah masyarakat duduk dengan tertib di kursi-kursi yang telah disediakan, menyaksikan pertunjukan tersebut.
Bahkan, terdapat momen di mana seorang pria yang diduga merupakan salah satu jamaah atau tamu undangan ikut naik ke atas panggung untuk berjoget bersama sang biduan. Kontras antara makna religius dari acara tersebut dengan jenis hiburan yang disajikan menciptakan reaksi negatif yang masif dari netizen.
Gelombang kritik pun mengalir deras di kolom komentar unggahan tersebut. Banyak warganet yang menyuarakan rasa prihatin dan menyayangkan lemahnya kontrol dari pihak penyelenggara acara.
Sebagian besar komentar bernada istighfar dan ungkapan kekecewaan karena merasa nilai-nilai agama seolah-olah sengaja dicampuradukkan dengan hiburan yang tidak senafas dengan norma kesantunan. Netizen berpendapat bahwa pemilihan jenis hiburan dalam acara keagamaan seharusnya dilakukan dengan lebih bijaksana agar tidak melukai perasaan umat dan tetap menjaga sakralitas acara tersebut.
Kejadian di Banyuwangi ini menjadi pengingat penting bagi panitia penyelenggara acara atau masyarakat luas mengenai pentingnya menyelaraskan antara niat ibadah dengan pelaksanaan teknis di lapangan.
Meskipun hiburan musik sering kali digunakan untuk menarik massa dalam sebuah kegiatan sosial, namun batasan moral dan etika, terutama dalam konteks perayaan hari besar agama, tetap harus menjadi prioritas utama. Hingga berita ini diturunkan, video tersebut terus memicu diskusi tentang standar kepantasan dalam penyelenggaraan acara publik yang bersifat religius di Indonesia.
Fenomena ini juga menyoroti bagaimana kecepatan media sosial dapat dengan instan mengangkat sebuah isu lokal menjadi konsumsi nasional, yang pada akhirnya memberikan tekanan moral bagi pihak-pihak terkait untuk lebih berhati-hati di masa mendatang agar kejadian serupa tidak terulang kembali.