Sports
Konflik Barcelona dan Timnas Spanyol Memanas: Luis de la Fuente Tuding Klub Tak Jujur Soal Kondisi Lamine Yamal
Jakarta (usmnews) – Dikutip dari detiksepakbola ketegangan antara Tim Nasional Spanyol dan FC Barcelona kembali memanas, kali ini dipicu oleh komentar pelatih La Furia Roja, Luis de la Fuente, yang meluapkan kekesalannya terhadap klub raksasa Catalan tersebut. De la Fuente secara terbuka menuding Barcelona tidak jujur atau tidak transparan mengenai kondisi fisik pemain muda bintang mereka, Lamine Yamal.
Permasalahan ini bermula ketika Yamal, yang sejatinya telah menerima panggilan untuk memperkuat skuad Spanyol, terpaksa dicoret dari daftar. Yamal awalnya dipersiapkan untuk dua laga penting Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan bulan ini (November 2025), di mana Spanyol akan menghadapi Georgia dan Turki.
Namun, pencoretan mendadak itu terjadi setelah terungkap bahwa Yamal baru saja menjalani perawatan medis untuk cedera pangkal paha yang dialaminya. Hal inilah yang menyulut amarah Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF). Pihak federasi merasa kesal karena mereka sama sekali tidak diberitahu oleh Barcelona mengenai cedera atau terapi yang sedang dijalani sang pemain.
Dari sudut pandang tim nasional, Yamal dianggap dalam kondisi fit dan siap bermain. Asumsi ini didasarkan pada fakta bahwa Yamal telah diturunkan dan bermain dalam beberapa pertandingan terakhir bersama Barcelona, sehingga pemanggilannya ke timnas dianggap logis.
Insiden terbaru ini diyakini akan semakin memperuncing konflik yang telah terjadi antara Barcelona dan Spanyol sepanjang tahun ini, terutama terkait manajemen beban bermain Lamine Yamal. Ini bukan pertama kalinya kedua kubu bersitegang. Beberapa waktu sebelumnya, pelatih Barcelona, Hansi Flick, sempat melancarkan kritik tajam kepada Spanyol. Flick menuding tim nasional telah bertindak lalai dalam menangani kondisi fisik Yamal saat sang winger muda itu bertugas membela negaranya.
Kini, situasi berbalik. De la Fuente melancarkan serangan balasan terhadap Flick dan Barcelona. Ia merasa pihak klub sengaja tidak terbuka mengenai kondisi fisik pemainnya, sehingga pada akhirnya Timnas Spanyol yang dirugikan atau “kena getahnya”.
Dalam sebuah wawancara dengan ESPN, De la Fuente menekankan pentingnya komunikasi yang sehat antara klub dan tim nasional. “Harusnya ada komunikasi yang baik, hubungan yang baik, saling berbagi informasi,” ujar De la Fuente. Ia menyayangkan bahwa dalam kasus Yamal kali ini, prinsip tersebut sama sekali tidak diterapkan oleh Barcelona. “Dalam masalah ini, tidak begitu…”
De la Fuente enggan menilai apakah prosedur medis yang diambil Barcelona itu tepat atau tidak, karena ia merasa hal itu merupakan wewenang penuh pihak klub. Namun, yang ia permasalahkan adalah alur informasi yang terputus. “Kami tidak tahu apa yang sudah dilakukan sebelum ini,” keluhnya.
“Kami harusnya diberitahu sebelumnya soal terapi itu, bukan setelahnya,” pungkas De la Fuente, menegaskan bahwa timnas seharusnya mendapat informasi sebelum tindakan medis diambil, bukan baru mengetahui setelah semuanya selesai.