Lifestyle

Khasiat Keong Sawah Sebagai Sumber Nutrisi Terjangkau untuk Imunitas hingga Kesehatan Otak

Published

on

​Jakarta (usmnews) – Dikutip dari ccnindonesia.com Keong sawah, atau yang akrab dikenal dengan sebutan tutut, telah lama menjadi bagian dari kuliner rumahan di Indonesia, terkenal karena cita rasanya yang gurih dan proses pengolahannya yang relatif sederhana. Namun, di balik statusnya sebagai makanan rakyat, siput air tawar yang memiliki nama ilmiah Pila ampullacea ini menyimpan kekayaan nutrisi yang seringkali tidak disadari.​

Siput ini sangat mudah ditemukan di habitat perairan tawar di berbagai daerah tropis, dan populasinya cenderung melimpah, terutama saat musim hujan tiba. Keunggulan utamanya terletak pada harganya yang sangat ekonomis dan kemudahan dalam pengolahannya. Lebih dari itu, keong sawah menawarkan profil gizi yang cukup lengkap dan padat.

Dalam satu porsi sajiannya, tutut mengandung berbagai komponen nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh, meliputi protein, karbohidrat, lemak, serta serangkaian vitamin dan mineral esensial seperti fosfor, kalsium, zink, zat besi, dan kalium.

Kombinasi inilah yang menjadikannya pilihan lauk yang tidak hanya lezat tetapi juga sangat menyehatkan.​

Manfaat kesehatan yang terkandung dalam keong sawah:​

1. Penguat Sistem Kekebalan Tubuh

Salah satu manfaat utama tutut adalah perannya dalam menjaga daya tahan tubuh. Kandungan vitamin A, B, dan C di dalamnya bekerja sinergis untuk memperkuat sistem imun. Vitamin C, misalnya, memiliki peran krusial dalam mendorong produksi sel darah putih yang berfungsi menghasilkan antibodi untuk melawan infeksi.Selain itu, vitamin C bertindak sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat paparan radikal bebas.

Mengonsumsi tutut bisa menjadi strategi efektif untuk menjaga kebugaran tubuh, khususnya di musim hujan ketika bakteri dan virus lebih mudah menyebar.​

2. Alternatif Protein Hewani Rendah

LemakMenurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Food Research (2020), keong sawah dapat dijadikan sebagai sumber protein hewani alternatif yang sangat baik dengan kandungan lemak yang rendah. Protein merupakan makronutrien vital yang berfungsi untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh.

Kebutuhan protein yang tercukupi sangat penting untuk regenerasi sel, termasuk sel darah putih yang menjadi garda terdepan dalam sistem pertahanan tubuh melawan infeksi. Asupan protein yang memadai dari tutut juga dapat membantu mempercepat proses pemulihan ketika seseorang sedang sakit.​

3. Nutrisi untuk Kesehatan Kognitif dan Otak

Keong sawah juga mengandung asam lemak esensial yang bermanfaat bagi otak, yakni omega-3 (asam linolenat) dan omega-6 (asam linoleat). Asam lemak omega-3 dikenal memiliki kemampuan untuk mengurangi stres oksidatif di otak, memberikan dukungan penting bagi perkembangan otak anak, serta membantu meningkatkan daya ingat. Sementara itu, omega-6 berkontribusi dalam menjaga fungsi sel-sel saraf agar tetap optimal.

​4. Mendukung Kesehatan Tulang dan Gigi

Kandungan kalsium dalam tutut cukup signifikan. Dalam setiap 100 gram dagingnya, terkandung sekitar 129 mg kalsium, yang dapat memenuhi sekitar 10 persen dari kebutuhan harian. Kombinasi kalsium dan protein yang ada pada tutut sangat penting untuk proses pembentukan serta pemeliharaan kekuatan tulang dan gigi. Asupan ini menjadi sangat krusial bagi anak-anak yang berada dalam masa pertumbuhan. Kekurangan gizi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pertumbuhan, termasuk stunting.​

5. Pencegahan Anemia Defisiensi Besi

Tutut juga kaya akan zat besi, sebuah mineral yang memegang peranan sentral dalam pembentukan hemoglobin atau sel darah merah. Ketika tubuh mengalami defisiensi zat besi, produksi sel darah merah akan terganggu, yang mengarah pada kondisi anemia.Gejala umum anemia defisiensi besi meliputi rasa lelah yang berkepanjangan, pusing, kulit terlihat pucat, hingga menurunnya nafsu makan. Menjadikan tutut sebagai lauk pauk harian merupakan cara yang lezat sekaligus murah untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi tubuh.

​6. Menjaga Keseimbangan Kolesterol dan Gula Darah

Meskipun mengandung lemak, jenis lemak yang terdapat dalam keong sawah didominasi oleh lemak tak jenuh (lemak baik). Jurnal Food Research (2020) juga mencatat bahwa konsumsi lemak tak jenuh ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.Selain itu, lemak sehat ini juga berkontribusi positif dalam menjaga sensitivitas insulin, yang pada akhirnya berdampak pada kadar gula darah yang lebih stabil.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version