International

Ketegangan Diplomatik Global: Langkah Israel Mengakui Somaliland Menuai Protes Keras dari RI dan Dunia

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari detik.com, Dunia internasional tengah diguncang oleh keputusan kontroversial pemerintah Israel yang secara resmi memberikan pengakuan terhadap kedaulatan Somaliland.

Langkah ini dianggap sebagai manuver politik yang sangat berani sekaligus berbahaya, mengingat Somaliland merupakan wilayah yang memisahkan diri dari Somalia namun belum mendapatkan legitimasi luas dari badan-badan internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

​Pemicu Gelombang Kecaman Internasional

​Keputusan Israel tersebut segera memicu reaksi berantai berupa kecaman dari berbagai organisasi internasional dan negara-negara berdaulat. Pihak pemerintah Somalia memberikan pernyataan tegas bahwa tindakan Israel merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan serangan terhadap integritas teritorial mereka. Bagi Somalia, Somaliland tetaplah bagian sah dari kedaulatan nasionalnya, sehingga pengakuan pihak asing dianggap sebagai bentuk intervensi yang tidak sah.

​Tidak hanya dari internal Afrika, kecaman juga datang dari Uni Afrika. Organisasi ini khawatir bahwa pengakuan sepihak oleh Israel akan menciptakan preseden buruk bagi stabilitas di benua tersebut, yang dapat memicu semangat separatisme di wilayah-wilayah konflik lainnya.

​Posisi Tegas Indonesia (RI)

​Indonesia, sebagai negara yang senantiasa menjunjung tinggi prinsip kedaulatan dan hukum internasional, berada di barisan depan dalam menyampaikan keberatan. Melalui Kementerian Luar Negeri, Pemerintah Republik Indonesia menyatakan sikap konsistennya untuk tidak mengakui entitas yang memisahkan diri secara ilegal dari negara induknya tanpa proses yang diakui secara internasional.

​Beberapa poin utama dari sikap Indonesia meliputi:

  • Penghormatan Integritas Teritorial: RI menekankan pentingnya menjaga persatuan wilayah Somalia sebagai negara berdaulat.
  • Kepatuhan Hukum Internasional: Indonesia mengingatkan bahwa pengakuan kedaulatan seharusnya sejalan dengan konsensus global dan Piagam PBB, bukan berdasarkan kepentingan politik sepihak.
  • Stabilitas Kawasan: Indonesia khawatir langkah ini akan memperburuk situasi keamanan di kawasan Horn of Africa (Tanduk Afrika) yang saat ini tengah berada dalam kondisi geopolitik yang sensitif.

​Motif di Balik Langkah Israel

​Para analis politik menilai bahwa keputusan Israel tidak terlepas dari kepentingan strategis di Laut Merah. Dengan membangun hubungan diplomatik formal dengan Somaliland, Israel berupaya mengamankan jalur maritim dan memperluas pengaruh militernya di wilayah yang berdekatan dengan jalur perdagangan global utama. Namun, manfaat strategis ini kini harus dibayar mahal dengan meningkatnya ketegangan diplomatik dengan negara-negara muslim dan anggota Uni Afrika.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version