Nasional

Kepala BGN Sudaryono Melakukan Sidak Dapur MBG di Bogor

Published

on

Semarang (usmnews) – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono melakukan sidak secara mendadak ke tiga Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) di wilayah Bogor, Jawa Barat. Peninjauan lapangan ini bertujuan untuk memastikan kualitas makanan dan kelancaran proses distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kunjungan langsung ini merupakan bentuk pengawasan ketat terhadap kinerja fasilitas penyedia gizi di tingkat daerah. Oleh sebab itu, Sudaryono melakukan sidak guna melihat secara transparan tantangan operasional yang dihadapi oleh para petugas di lapangan.

Melalui peninjauan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa program unggulan nasional berjalan sesuai standar mutu kesehatan. Dengan demikian, langkah Kepala BGN Sudaryono melakukan sidak menjadi jaminan atas kualitas makanan bagi masyarakat penerima manfaat.

Tantangan Distribusi MBG Dapur Pasir Kuda Bogor

Pengelola SPPG Pasir Kuda membagikan pengalaman operasional mereka terkait dinamika pengiriman makanan ke berbagai titik lokasi. Di samping itu, penyaluran makanan bagi kelompok balita, ibu hamil, serta ibu menyusui membutuhkan skema logistik yang berbeda.

Penyaluran ke Posyandu menghadapi kendala berupa lokasi penerima manfaat yang tersebar acak di pemukiman warga. “Tadi yang dapur pertama, dia mengirimkan porsinya 2.800-an porsi, gitu ya. 2.000 di antaranya itu 3B, balita, ibu menyusui, dan ibu hamil, yang didrop di posyandu-posyandu. Dan sisanya tuh ke sekolah. Memang ngedrop di posyandu sama di sekolah ini beda. Kalau sekolah kan sekali drop banyak, langsung di situ. Tapi kalau posyandu ini, ya kan ibu hamil tuh kan nggak terkonsentrasi dalam satu tempat, ya. Jadi dia ada kerepotan karena ngantar ke banyak posyandu tadi,” kata Sudaryono usai meninjau SPPG Cipaku 02.

Selanjutnya, manajemen dapur terbukti mampu mengatasi kerumitan jalur distribusi tersebut secara teratur dan disiplin. Sudaryono menambahkan, “Tapi tadi saya tanya, so far so good. Jadi memang managable, gitu, dan kita juga harus berempati.”

Pesan Penting Kepala BGN untuk Seluruh Petugas SPPG

Pimpinan BGN menekankan aspek ketulusan serta kepedulian sosial kepada seluruh staf operasional penyedia gizi masyarakat. Maka dari itu, para pengelola wajib menjaga higienitas dapur dan integritas bahan makanan yang mereka olah setiap hari.

Pelayanan sosial ini membutuhkan rasa tanggung jawab moral yang tinggi dari seluruh jajaran petugas pengolah makanan. “Tadi pesan saya kepada semua kepala-kepala SPPG, pengawas gizi, maupun akuntan dan semua petugas dapur, ya kita kerja pakai hati, gitu ya. Bekerja bukan hanya kerja nyari duit yang penting kasih makan, bukan, tapi benar-benar dilihat,” tegas Sudaryono.

Alhasil, pendekatan berbasis kepedulian ini memicu semangat kerja para petugas untuk menyajikan kuliner sehat dan bersih. Langkah ini sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemerintah dalam memenuhi gizi generasi muda.

Evaluasi Kualitas Dapur SPPG Wilayah Bogor

Pihak BGN menilai dua titik operasional yaitu SPPG Pasir Kuda dan SPPG Cipaku 02 telah menjalankan tugas dengan memuaskan. Di samping itu, kebersihan fasilitas serta kedisiplinan para petugas dapur mendapat apresiasi tinggi dari tim penilai.

Pemerintah meminta pengelola mempertahankan keunggulan standar operasional ini dalam jangka panjang secara konsisten. “Jadi sejauh ini sih so far bagus, ya. Kepala SPPG-nya oke, kemudian petugasnya juga bersih, ya. Paling apalagi apa ya, saya kira tinggal, ya tinggal dipertahankan, ya,” pungkas Sudaryono.

Melalui pengawasan berkesinambungan ini, mutu gizi dan ketepatan sasaran MBG akan terus terjaga secara optimal. Akhirnya, keberhasilan model pengelolaan SPPG di Bogor ini menjadi rujukan penting bagi daerah lain di Indonesia.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version