Business
Kemenhub perkuat konektivitas demi pemerataan ekonomi nasional
Semarang (usmnews) – Kemenhub berkomitmen memperkuat konektivitas transportasi untuk mobilitas lancar dan pemerataan ekonomi.
Kepala Biro KIP Kemenhub Ernita Titis Dewi berharap konektivitas mempercepat pertumbuhan daerah, mengurangi kesenjangan, dan membuka peluang usaha.
Ia menegaskan pembangunan transportasi bertujuan meningkatkan konektivitas, memperlancar mobilitas, dan mengurangi kesenjangan untuk mendukung Astacita Presiden Prabowo.
Sekretaris DJPD Kemenhub Ahmad Yani menyebut pihaknya menjalankan angkutan lintas negara, subsidi transportasi, dan modernisasi angkutan perkotaan.
Survei Juni 2025 mencatat kepuasan transportasi darat 96,01%, sementara layanan perintis baru menjangkau 75% daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.
Kemenhub mempercepat pergerakan orang, barang, dan jasa dengan kapal perintis, PSO angkutan laut, rede transport, dan kapal ternak.
Saat ini tersedia 107 trayek kapal perintis, 26 kapal PSO, 18 trayek rede, 39 kapal barang, serta 6 kapal ternak berkapasitas 500 ekor.
Budi Mantoro menyebut Kemenhub ditugaskan RPJMN 2025–2029 mengembangkan jaringan pelabuhan terpadu (Asta Cita 3).
Kemudian Astacita 5 yaitu penguatan infrastruktur konektivitas dan sarana penunjang logistik, serta Asta Cita 6 yaitu dukungan konektivitas bagi kawasan perdesaan, perbatasan, dan transmigrasi.
Budi menyebut RIPN mencakup 28 pelabuhan utama, 164 pengumpul, 166 pengumpul regional, 278 pengumpan lokal, 1.321 lokasi rencana, 55 terminal, 102 pelabuhan komersial, dan 534 non-komersial.
Pada sektor udara, tersedia 266 rute perintis penumpang, 46 rute perintis kargo, dan 1 rute subsidi kargo.
Hingga Juli 2025, angkutan udara perintis melayani 183.681 penumpang dari 23.404 penerbangan.