Nasional
Kemendikdasmen Pastikan Pembelajaran di Aceh, Sumut, dan Sumbar Segera Pulih Usai Banjir

Bandung, Jawa Barat (usmnews) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa proses pembelajaran di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan segera dipulihkan setelah wilayah tersebut mengalami banjir yang berdampak pada sejumlah sekolah dalam beberapa hari terakhir. Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, yang menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah koordinatif dengan pemerintah daerah untuk memastikan kegiatan belajar mengajar bisa kembali berjalan seperti semula.
Dalam keterangan resmi yang diterima di Bandung, Suharti menyebut bahwa langkah pertama yang dilakukan kementerian adalah menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah daerah di masing-masing provinsi. Tujuannya adalah memastikan bahwa proses pembelajaran dapat dimulai kembali segera setelah kondisi sekolah dan lingkungan sekitar dinyatakan aman dari dampak banjir. Ia menekankan bahwa pemulihan pembelajaran tidak akan dilakukan secara terburu-buru, melainkan mengikuti hasil penilaian lapangan dari pihak terkait.
Berdasarkan laporan yang disampaikan dalam rapat terbatas tingkat menteri di Kantor BNPB Jakarta, sejumlah sekolah di tiga provinsi tersebut mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir dan tanah longsor. Jumlahnya mencapai puluhan unit yang tersebar di berbagai kabupaten/kota, sehingga untuk sementara waktu tidak memungkinkan digunakan sebagai tempat belajar. Kerusakan ini meliputi ruang kelas, peralatan belajar, serta fasilitas pendukung lainnya.
Untuk mendukung pemulihan pendidikan di wilayah terdampak, Kemendikdasmen tengah menyiapkan berbagai bentuk bantuan darurat. Bantuan tersebut antara lain paket perlengkapan belajar, peralatan sekolah dasar, serta perangkat pendukung kegiatan pembelajaran. Suharti memastikan bahwa bantuan akan segera didistribusikan agar kegiatan belajar mengajar dapat dipulihkan secepat mungkin.
Ia menambahkan bahwa keselamatan siswa dan tenaga pendidik menjadi pertimbangan paling utama. Oleh karena itu, sekolah yang masih berada di zona rawan atau belum dinyatakan aman oleh tim gabungan tidak akan dibuka sementara waktu. Proses asesmen cepat juga telah diinstruksikan kepada Dinas Pendidikan provinsi serta pemerintah kabupaten/kota. Asesmen ini mencakup identifikasi kebutuhan mendesak seperti perbaikan ringan, pembersihan sisa lumpur banjir, hingga pengadaan sarana penting yang mendukung keberlangsungan pembelajaran.
Selain memulihkan sekolah terdampak, Kemendikdasmen juga meminta sekolah-sekolah yang tidak mengalami kerusakan untuk membantu siswa dari wilayah banjir. Mereka diminta mengoptimalkan pembelajaran jarak dekat, sistem rotasi kelas, atau penjadwalan ulang sebagai solusi sementara. Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan siswa yang terdampak banjir tidak tertinggal materi pelajaran.
Suharti menegaskan bahwa kementerian akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait hingga proses pembelajaran di tiga provinsi tersebut kembali berjalan normal secara penuh. “Kami terus memastikan agar hak belajar siswa tetap terpenuhi meski dalam kondisi darurat,” ujarnya.







