Education
Kisah Inspiratif Pembinaan Warga Binaan di Sukabumi
Semarang (usmnews)- Dilansir dari Detik.Com Pihak pengelola penjara sukses menghadirkan program pembinaan yang sangat bermanfaat bagi seluruh warga binaan. Mereka melibatkan para tahanan dalam mengurus area perkebunan serta peternakan secara rutin setiap hari. Program produktif ini terbukti ampuh menghilangkan rasa jenuh para tahanan selama masa hukuman. Oleh karena itu, para narapidana Lapas Warungkiara merasa sangat senang mengikuti seluruh rangkaian jadwal kerja harian.
Salah satu narapidana bernama Alan Abdullah membagikan pengalaman berkesan selama mengikuti program tersebut. Alan bertugas menjadi teknisi kelistrikan sekaligus membantu mengurus kebun lapas dengan penuh semangat. Narapidana kasus pencurian ini menganggap pekerjaan tersebut sebagai sebuah kesempatan emas yang langka. Namun, tidak semua narapidana di lapas lain bisa merasakan kebahagiaan serupa seperti dirinya.
Penilaian Kelakuan Baik dalam Kegiatan Napi Lapas Warungkiara
Alan bisa mendapatkan kepercayaan besar ini karena selalu menunjukkan perilaku yang sangat terpuji. Pihak lapas menerapkan seleksi ketat melalui pengamatan perilaku harian seluruh warga binaan mereka. Narapidana harus mengikuti bimbingan kerja terlebih dahulu guna menguasai keahlian khusus yang berguna. Melalui kegiatan napi Lapas Warungkiara ini, mereka belajar bertanggung jawab atas setiap tugas kelompok.
Para peserta program pembinaan wajib mematuhi seluruh peraturan internal lapas tanpa terkecuali sejak awal. Mereka tidak boleh melakukan pelanggaran sekecil apa pun selama berada di dalam tahanan. Selain itu, para narapidana harus mengikuti program pelatihan dengan sungguh-sungguh dan penuh disiplin. Komitmen tinggi ini menjadi modal utama bagi narapidana untuk mengubah jalan hidup mereka.
Keuntungan Finansial Melalui Kegiatan Napi Lapas Warungkiara
Para narapidana juga mendapatkan upah atau premi kerja yang sangat layak dari petugas. Mereka bisa menggunakan uang tersebut untuk membeli kebutuhan makanan tambahan di dalam koperasi. Oleh sebab itu, para narapidana merasa usaha keras mereka mendapat penghargaan yang sangat adil. Mereka tidak lagi merepotkan keluarga di luar karena sudah bisa mandiri secara finansial.
Alan bahkan menyisihkan sebagian uang hasil kerjanya untuk dikirim langsung kepada sang istri. Tabungan tersebut sangat membantu meringankan beban biaya hidup anak dan istrinya di rumah. Kegiatan positif ini memberikan harapan baru bagi masa depan keluarga kecil narapidana tersebut. Jadi, masa hukuman tidak lagi menjadi penghalang bagi mereka untuk menafkahi keluarga tercinta.
Harapan Masa Depan Pasca Kegiatan Napi Lapas Warungkiara
Pengalaman berharga ini menumbuhkan rencana masa depan yang cerah setelah Alan menghirup udara bebas. Alan berkeinginan kuat untuk terus bekerja mengelola perkebunan milik Kepala Lapas Warungkiara nanti. Pilihan tersebut dinilai jauh lebih aman daripada harus mencari pekerjaan baru yang sulit. Selanjutnya, langkah nyata ini bisa mencegah narapidana terjerumus kembali ke jalan yang salah.
Pihak lapas berharap program agribisnis ini dapat terus berkembang secara konsisten setiap tahun. Keterampilan bertani dan beternak menjadi bekal berharga bagi narapidana saat kembali ke masyarakat. Dengan demikian, mantan narapidana bisa membuka peluang usaha mandiri yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Keberhasilan program ini membuktikan bahwa penjara mampu mengubah manusia menjadi lebih produktif.
Komitmen Bersama Merawat Kegiatan Napi Lapas Warungkiara
Dukungan penuh dari masyarakat luas sangat dibutuhkan demi kelancaran program pembinaan luar biasa ini. Produk hasil karya perkebunan para narapidana kini bahkan sudah berhasil menembus pasar Tangerang. Konsumen menyambut baik produk berkualitas tinggi yang dihasilkan dari tangan kreatif para warga binaan. Pada akhirnya, kerja sama semua pihak akan menjaga keberlanjutan kegiatan napi Lapas Warungkiara ini.