Nasional

Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Ratusan Warga Terserang ISPA

Published

on

Semarang (usmnews) – Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Ratusan Warga Terserang ISPAKebakaran hebat melanda area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten. Peristiwa nahas ini telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut sejak Selasa, 30 Juni 2026. Dampaknya, kepulan asap pekat mulai mengancam kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi penampungan sampah tersebut.

Ratusan Warga Mengalami Gangguan Pernapasan

Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang cukup signifikan. Sejauh ini, petugas medis menemukan ratusan warga yang mengeluhkan sesak napas akibat menghirup asap kebakaran.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, memberikan konfirmasi resmi mengenai kondisi terkini para korban.”Iya betul. Itu pasien rawat jalan, sudah kembali ke rumah,” ujar Hendra Tarmizi saat dihubungi wartawan, Kamis (2/7/2026).Meskipun kondisi pasien tidak membutuhkan rawat inap, pemerintah daerah tetap siaga penuh. Hendra juga meminta warga setempat untuk selalu waspada terhadap bahaya polusi udara ini. Oleh karena itu, masyarakat wajib memakai pelindung diri untuk meminimalisir risiko gangguan pernapasan.”(Imbauan) Agar warga selalu memakai masker jika ada asap serta periksa ke pelayanan kesehatan terdekat jika ada keluhan,” ucapnya.

Angin Kencang Menyulitkan Proses Pemadaman

Sementara itu, petugas pemadam kebakaran terus berjuang keras melokalisir titik api di lapangan. Mereka terpaksa menghentikan penyemprotan air pada Rabu malam demi keselamatan tim tanggap darurat. Namun, pasukan pemadam langsung melanjutkan operasi pemadaman pada Kamis pagi secara masif.Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ikut memetakan kendala utama dalam operasi penyelamatan ini. Cuaca panas ekstrem dan tiupan angin kencang mempercepat penyebaran api ke tumpukan sampah lain. Faktor alam tersebut membuat material plastik di TPA menjadi sangat mudah menyala kembali.Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menjelaskan situasi sulit di area bencana.”Sampai saat ini belum padam karena faktor angin kencang di area TPA Jatiwaringin,” kata Djohan Darmawan, Rabu (1/7) malam.Sebagai langkah antisipasi, pemerintah mengaktifkan skema pemadaman jalur udara untuk mempercepat pemadaman. Dua unit helikopter water bombing siap menjatuhkan ribuan liter air di zona merah. Upaya taktis ini harapannya mampu memadamkan bara api tersembunyi di bawah gunungan sampah. Tim medis juga terus berjaga di posko kesehatan untuk memantau kondisi fisik warga sekitar.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version