Lifestyle

Keajaiban Nutrisi dan Berkah Ilahi: 7 Buah Istimewa dalam Al-Qur’an

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari detik.com Buah-buahan bukan sekadar pelengkap nutrisi harian manusia; dalam perspektif Islam, mereka memiliki kedudukan yang sangat mulia. Al-Qur’an tidak hanya menempatkan buah-buahan sebagai tanda kebesaran Allah SWT dan keindahan ciptaan-Nya, tetapi juga sebagai panduan praktis bagi kesehatan manusia. Setiap jenis buah yang disebutkan secara spesifik dalam ayat-ayat suci membawa pesan tersirat mengenai manfaat medis yang luar biasa, yang kini telah banyak dibuktikan oleh sains modern. Merujuk pada buku 7 Buah-buahan Istimewa dalam Al Quran dan Manfaatnya bagi Kesehatan Manusia karya Hamid Sakti Wibowo, berikut adalah ulasan mendalam mengenai tujuh buah yang menjadi “superfood” surgawi beserta dalil dan khasiat kesehatannya.

1. Kurma: Sumber Energi dan Kekuatan Saraf. Kurma adalah buah yang paling identik dengan ajaran Islam dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Keistimewaan kurma terletak pada kandungan gula alaminya—seperti fruktosa, sukrosa, dan glukosa—yang mampu diserap tubuh dengan cepat, menjadikannya sumber energi instan yang sangat baik. Secara medis, kurma berperan vital dalam menjaga kesehatan sistem saraf dan memiliki potensi untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular serta stroke. Tingginya kandungan zat besi menjadikan kurma solusi alami untuk mengatasi anemia. Selain itu, konsumsi kurma juga dikaitkan dengan kesehatan mata yang lebih baik, termasuk pencegahan rabun senja. Legitimasi keistimewaan kurma tertuang dalam QS. Maryam ayat 25 yang mengisahkan Maryam menggoyangkan pohon kurma saat persalinan, serta QS. An-Nahl ayat 11 yang menyebut kurma sebagai tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.

2. Anggur: Pembersih Darah dan Penawar Lelah.

Telah dibudidayakan sejak ribuan tahun lalu di Timur Tengah, anggur adalah simbol kenikmatan yang kaya nutrisi. Buah ini memiliki khasiat luar biasa bagi sistem peredaran darah. Kandungan dalam anggur mampu memicu peningkatan nitrogen monoksida dalam darah, yang berfungsi krusial untuk mencegah pembekuan darah (trombosis). Bagi mereka yang sering merasa lelah, jus anggur (terutama yang berwarna terang) dapat meningkatkan kadar zat besi. Selain itu, anggur matang kerap dijadikan obat alami untuk meredakan migrain serta mendukung fungsi organ vital seperti hati dan ginjal. Allah SWT menyebutkan anggur sebagai salah satu nikmat kebun-kebun yang subur dalam QS. Al-Isra ayat 91 dan QS. ‘Abasa ayat 28.

3. Delima: Antioksidan Kuat Pelindung Tubuh. Delima sering digambarkan sebagai buah surga yang memiliki struktur unik dengan biji-biji merah delima yang berlimpah. Buah ini adalah “raja” antioksidan berkat kandungan flavonoidnya yang tinggi, yang efektif melawan radikal bebas pemicu kanker. Manfaat delima tidak hanya pada daging buahnya. Kulit, daun, dan batangnya memiliki sifat penyembuhan untuk gangguan pencernaan seperti diare. Jus delima juga dikenal memiliki sifat antibakteri yang kuat, membantu mengurangi plak gigi dan menjaga kesehatan mulut secara menyeluruh.Keindahan dan kerumitan penciptaan delima dijelaskan secara rinci oleh Allah SWT dalam QS. Al-An’am ayat 99 dan ayat 141, di mana manusia diperintahkan untuk memperhatikan proses pembuahan dan kematangannya.

4. Zaitun: Lemak Sehat Penjaga Jantung. Zaitun dan minyaknya adalah komoditas berharga yang disebut berulang kali dalam kitab suci. Keunggulan utamanya terletak pada oleic acid (asam lemak tak jenuh tunggal) yang sangat ampuh menurunkan risiko penyakit jantung. Selain melindungi jantung, zaitun kaya akan antioksidan yang menjaga membran sel dari kerusakan dan peradangan. Konsumsi rutin zaitun dapat meredakan nyeri akibat inflamasi pada sendi dan otot. Kandungan Vitamin E di dalamnya juga menjadikan zaitun sahabat baik bagi kesehatan kulit.Penyebutan zaitun sering disandingkan dengan buah-buahan mulia lainnya, seperti yang termaktub dalam QS. An-Nahl ayat 11, menegaskan posisinya sebagai rezeki yang patut direnungkan.

5. Tin (Ara): Pembersih Racun dan Penjaga Gula Darah.

Buah Tin memiliki keunikan biologis karena proses penyerbukannya yang melibatkan serangga khusus di bagian dalam buah, memberikan tekstur renyah yang khas. Buah ini sangat kaya serat, yang berfungsi membersihkan usus besar dari radikal bebas dan zat karsinogenik.Manfaat tin juga meluas hingga ke daunnya. Teh daun tin dipercaya dapat membantu penderita diabetes dengan cara menurunkan kebutuhan insulin, serta efektif meredakan gangguan pernapasan seperti asma dan bronkitis.Saking istimewanya, Allah SWT bersumpah atas nama buah ini dalam pembukaan QS. At-Tin ayat 1: “Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun.”

6. Pisang: Buah Surga yang Kaya Serat. Meskipun kini pisang sangat mudah ditemui, Al-Qur’an menyanjungnya sebagai salah satu hidangan bagi penghuni surga. Pisang adalah sumber serat pangan yang sangat baik untuk melancarkan pencernaan dan mengatasi sembelit.Di luar pencernaan, pisang kaya akan polifenol yang mendukung kesehatan ginjal dengan membantu proses detoksifikasi. Pisang juga berperan dalam menyeimbangkan cairan tubuh dan pembentukan sel darah. Bahkan, jantung pisang (bunga) dapat dimanfaatkan untuk meredakan nyeri haid.Gambaran pisang di surga yang “bersusun-susun” buahnya diabadikan dalam QS. Al-Waqiah ayat 29.

7. Ketimun: Hidrasi dan Kesehatan Usus. Sering dianggap sebagai sayuran pelengkap, ketimun (mentimun) sejatinya memiliki khasiat medis yang signifikan. Dengan kandungan air yang tinggi dan serat yang melimpah, ketimun adalah agen hidrasi yang sangat baik dan solusi alami untuk melancarkan pergerakan usus.Ketimun juga mengandung antioksidan yang berperan dalam melawan berbagai penyakit kronis, mulai dari gangguan autoimun hingga risiko kanker. Buah ini disebutkan dalam kisah Nabi Musa AS dalam QS. Al-Baqarah ayat 61, ketika Bani Israil meminta variasi makanan dari hasil bumi.KesimpulanKetujuh buah yang disebutkan dalam Al-Qur’an ini bukan sekadar daftar makanan, melainkan petunjuk ilahi tentang gaya hidup sehat. Mereka mengandung kombinasi nutrisi kompleks yang dibutuhkan tubuh untuk mencegah penyakit dan menjaga vitalitas. Mengonsumsinya bukan hanya mendatangkan kesehatan fisik, tetapi juga menjadi bentuk ibadah dan rasa syukur kita atas tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang tersebar di alam semesta.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version