Nasional
Kasus Hilangnya Remaja Perempuan di Depok: Kecemasan Orang Tua Setelah Lima Hari Tanpa Kabar
Semarang (usmnews) – Dikutip dari Detik.com Kota Depok kembali dihebohkan dengan kabar hilangnya seorang anak di bawah umur yang memicu kekhawatiran mendalam bagi pihak keluarga. Seorang remaja perempuan yang masih berstatus ABG (Anak Baru Gede) dilaporkan menghilang dari kediamannya dan hingga kini keberadaannya masih menjadi misteri selama lima hari berturut-turut. Ketidakpastian mengenai kondisi dan lokasi sang anak membuat orang tuanya memutuskan untuk mengambil langkah hukum dengan melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke pihak Kepolisian Resor Metro Depok.
Berdasarkan rincian kronologi yang dihimpun, remaja tersebut diketahui sudah tidak berada di rumah sejak beberapa hari terakhir tanpa memberikan keterangan atau izin kepada anggota keluarga lainnya. Upaya pencarian mandiri yang dilakukan oleh pihak keluarga, mulai dari menghubungi teman-teman dekat, kerabat jauh, hingga menyisir area yang biasa dikunjungi korban, tidak kunjung membuahkan hasil. Ponsel milik remaja tersebut juga dilaporkan tidak dapat dihubungi, yang semakin menambah beban pikiran dan kecemasan bagi orang tuanya. Rasa frustrasi karena komunikasi yang terputus total inilah yang akhirnya mendorong keluarga untuk mencari bantuan otoritas berwenang.
Pihak kepolisian melalui unit terkait di Polres Metro Depok telah menerima laporan kehilangan tersebut dan mulai melakukan langkah-langkah penyelidikan awal. Polisi kini tengah mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai ciri-ciri fisik terakhir korban, pakaian yang dikenakan saat meninggalkan rumah, serta riwayat komunikasi terakhir di media sosial maupun aplikasi pesan singkat. Langkah ini diambil untuk memetakan potensi lokasi atau orang-orang terakhir yang sempat berinteraksi dengan korban sebelum ia dinyatakan hilang.
Fenomena hilangnya remaja di kota-kota besar seperti Depok sering kali memunculkan berbagai spekulasi, mulai dari masalah internal keluarga, pengaruh lingkungan pergaulan, hingga kekhawatiran akan adanya tindak pidana seperti penculikan atau perdagangan orang. Oleh karena itu, polisi mengimbau kepada masyarakat luas yang mungkin melihat atau memiliki informasi mengenai keberadaan remaja dengan ciri-ciri tertentu agar segera melapor ke kantor polisi terdekat. Bantuan informasi dari warga dianggap sangat krusial dalam mempercepat proses penemuan korban.
Saat ini, keluarga korban hanya bisa berharap agar putri mereka dapat segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat. Kasus ini juga menjadi pengingat penting bagi para orang tua di wilayah perkotaan untuk senantiasa membangun komunikasi yang terbuka dan intensif dengan anak-anak mereka, terutama bagi mereka yang sedang menginjak usia remaja. Pengawasan terhadap aktivitas digital dan pertemanan di dunia nyata menjadi faktor penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Fokus utama kepolisian saat ini adalah menyebarkan informasi identitas korban seluas mungkin guna mempersempit ruang gerak jika memang terdapat unsur tindak kriminal dalam hilangnya remaja tersebut.